Twibbon MPLS Vulgar, Ketua PGRI Bali Minta Kepsek Tuntun Siswa Punya Adab Digital

oleh
Sekretaris Daerah Kota Denpasar yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Eddy Mulya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menyikapi foto twibbon siswi yang dinilai kurang pantas di media sosial, Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati mengaku, pihak sekolah sudah memberikan ketentuan berpakaian yang harus digunakan oleh siswa secara pantas.

Namun, pada akhirnya salah satu siswi di Sekolah Menengah Kejuruan di Denpasar itu, mengunggah twibbon dengan foto yang dinilai vulgar, hingga riuh di media sosial.

Nuning mengatakan, twibbon untuk hanya untuk menyemarakkan MPLS yang sedang berlangsung.

“Itu saja sebenarnya tujuan diadakannya twibbon itu. Ketentuan sudah kami sampaikan dan berikan informasi ke anak-anak, baik itu secara langsung maupun melalui WA,” kata Nuning usai penutupan MPLS, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, seluruh tata tertib MPLS termasuk ketentuan memasang foto twibbon sudah diinformasikan kepada seluruh siswa. Dan pengunaan pakaian yang sopan dan pantas, kata Nuning, masuk dalam tata tertib sekolah.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, polemik yang terjadi bisa saja muncul karena persepsi yang berbeda.

Menurut Eddy Mulya, sekolah mengadopsi cara-cara digital untuk menyemarakkan kemeriahan suasana MPLS yang penuh keceriaan. Foto di twibbon itu kemudian diunggah di media sosial.

“Kepala sekolah mengeluarkan tata tertib termasuk menyemarakkan MPLS dengan Twibbon, tapi persepsi di antara kita masih ada yang berbeda, adik-adik kita umpamanya,” kata Eddy Mulya.

Siswa, kata Eddy Mulya, diharapkan paham dengan era digital dan batasan yang harus dilakukan.

“Bahwa ketika harus membuat twibbon untuk kepentingan sekolah pakemnya harus seperti begini. Ketika nanti mereka membuat twibbon untuk kepentingan lain, tracking atau hiking, tentu akan berbeda,” jelasnya.

Eddy Mulya meminta viralnya foto twibbon yang memicu reaksi di masyarakat menjadi pembelajaran secara bijak dalam memanfaatkan dunia digital.

“Ini jadi PR besar bagi kepala sekolah untuk terus menuntun adik-adik menjadi orang-orang yang adab digital,” kata I Gusti Ngurah Eddy Mulya. (Way)