Trisno Nugroho: Ekonomi Bali-NTB Masih Terkontraksi, NTT Tumbuh 0,12%

    


Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Bali Trisno Nugroho - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Perekonomian di wilayah Balinusra masih mengalami kontraksi terdalam dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Bank Indonesia mencatat, di triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -5,16% (yoy). Sedangkan perekonomian nasional hanya terkontraksi sebesar -0,74% (yoy).

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan, Bank Indonesia mendukung para pemangku kepentingan dan pelaku usaha di wilayah Balinusra, untuk mencari terobosan agar ekonomi tumbuh kembali sejajar dengan wilayah lain di Indonesia.

“Kami mengkaji bahwa pemulihan berbeda antar provinsi di Balinusra. Di triwulan I 2021, Bali dan NTB masih terkonstraksi masing-masing -9,85% dan -1,13% (yoy), sedangkan NTT sudah mulai tumbuh positif 0,12% (yoy),” kata Trisno dalam Webinar ‘Transformasi Balinusra, Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah’ yang diadakan oleh Bank Indonesia, Rabu, 9 Juni 2021.

Trisno menambahkan, terkontraksinya ekonomi Bali disebabkan karena penyebaran covid-19 yang masih berlangsung sampai sekarang. Dampaknya, sejumlah negara masih melakukan kebijakan travel restriction, termasuk Indonesia.

Wilayah NTB terkontraksi seiring dengan perlambatan target produksi konsentrat akibat penurunan kandungan logam yang dibarengi dengan penurunan permintaan domestik.

Sedangkan, NTT dapat tumbuh didukung oleh sektor pertanian yang meningkat sebesar 8,32% (yoy). Peningkatan sektor ini, kata Trisno, didorong oleh pelaksanaan program pemerintah seperti Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Pembangunan Lumbung Pangan, termasuk pembangunan infrastruktur pertanian.

Ke depan, prospek perbaikan kinerja ekonomi Balinusra 2021 diperkirakan
dalam tren meningkat seiring pelaksanaan vaksinasi yang mendorong confident to travel dan meningkatnya optimisme pelaku usaha,” kata Trisno.

Dengan perbaikan di awal tahun 2021, secara keseluruhan perekonomian Balinusra diperkirakan tumbuh positif sekitar 2,8-3,8% (yoy).

“Kami amati selama 10 Tahun terakhir, ekonomi Balinusra sudah mulai mengalami pergeseran dari sektor primer ke sektor sekunder,” kata Trisno Nugroho.

Webinar bertema ‘Transformasi Balinusra, Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah’ diikuti oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB Zul Zulkieflimansyah dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Dari kalangan akademisi hadir Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D bersama para pemimpin perguruan tinggi lain di Indonesia. Acara dipandu oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI Bali) Rizki Ernadi Wimanda. (Way)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas