Tembakan Udara Meletup, Pemuda yang Menyerang Tim Jatanras Diamankan

    


Polres Badung menggelar ekspos dua kasus yakni, pengancaman terhadap tim Jatanras dan kasus pencurian - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Saat melakukan patroli di Jalan Muding, Batu Sangiang V/89, Banjar Batu Bidak, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung pada Kamis, (21/02/2019), tiga anggota Polres Badung diintimidasi dan mendapatkan ancaman serius oleh sekelompok pemuda yang terdiri dari 6 orang.

Patroli malam itu dilakukan oleh Jatanras Polres Badung dengan dipimpin Kanit Jatanras Polres Badung Ipda Ferlanda Oktora bersama dua anggota yakni, Aiptu Ismadji dan Aiptu Purwoko.

Saat tiba di sebuah tempat kos, anggota Jatanras bertemu beberapa pemuda dan akan melakukan pemeriksaan, untuk mengantisipasi aksi kriminal dan miras.

Namun disitu, 2 orang anggota polisi itu dihadang oleh beberapa pemuda.

“Anggota menanyakan, apakah disini ada yang meminum-minuman keras? Tapi dijawab oleh salah satu pelaku, ‘Ya ada, mau apa?” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menirukan jawaban pelaku.

Menurut Yudith, polisi sudah menunjukkan identitasnya, namun pelaku masih tidak percaya. Justru, satu dari pemuda itu melakukan kekerasan fisik terhadap anggota kepolisian itu.

Pelaku juga menantang polisi untuk ditembak. Mengantisipasi agar situasi cepat mereda, polisi akhirnya mengeluarkan tembakan ke udara. Para pemuda yang awalnya beringas, kemudian lari kocar kacir. Polisi akhirnya menangkap pelaku yang berjumlah 6 orang itu.

“Ya kita tangkap semua pelaku yang mengancam anggota kami yang sedang melaksanakan tugas,” ujar Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta.

Pelaku yang diamankan yakni, Maksimus Lado (25) buruh asal Zala Sede RT/RW 003/002, Kalurahan Narwulo 1, Kupang, NTT, Alfreth Tupu (24) asal Kanjonga RT/RW 008/003 Kalurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Umbo Domu Ninggeding (31) alamat Yumbu, Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kristofonus Gangga (27) pengangguran Alamat Wantubala, Kecamatan Kota Tambolaka, Fardan Teo (29) pengangguran asal Sumba dan Derius Hambabamyu (22) pengangguran asal Sumba Timur.

Dalam kasus pengancaman itu, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya, kapak, balok kayu dan senapan angin. (*)