Sosialisasi Virus Corona: Perlu Pemeriksaan Panjang Menentukan Status Suspect

    


Sekda Said Romadhon (kanan), didampingi dr Sudarmi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Masyarakat Purworejo, dihimbau untuk tidak panik terhadap ancaman virus Corona, yang kini lagi viral di seluruh belahan dunia.

Dipastikan, hingga saat ini belum ditemukan penderita suspect virus Corona di Purworejo.

Hal itu disampaikan Sekda Said Romadhon, Selasa (4/2/2020), di sela-sela kegiatan Sosialisasi Penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (nCoV) yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo, di ruang Arahiwang Setda Purworejo.

Sosialisasi, diikuti para kepala desa, camat, dan OPD se-Kabupaten Purworejo. Hadir sebagai narasumber, dokter spesialis paru-paru RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo, Arry Setyowati.

Menurut Said Romadhon, penyakit virus corona tidak sedahsyat seperti yang digemborkan di media sosial ataupun masyarakat. Toh begitu, ia berharap, penyakit corona tidak masuk ke Indonesia, apa lagi di Purworejo.

“Masyarakat jangan resah. Pemkab selalu siaga mengantisipasi bilamana ada warga masyarakat yang terindikasi penyakit virus Corona ini,” tegas Said Romadhon.

Untuk mengantisipasi hal ini, Said menghimbau jika ada gejala seperti flu, sakit tenggorokan, demam tinggi yang dalam jangka 14 hari tidak mereda harap segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dijelaskan oleh dr Sudarmi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo saat mendampingi Said Romadhon, bahwa virus Corona merupakan penyakit zoonosis yang sebenarnya adalah penyakit hewan namun terpapar ke manusia. 

Penyebarannya bisa melalui udara dan benda-benda yang usai dipegang oleh suspect virus corona.

“Gejala penyakit virus Corona hampir sama dengan flu. Gejalanya demam, gangguan saluran pernafasan, batuk, pilek dalam jangka waktu yang lama,” ungkap Sudarmi.

Menurutnya, tidak mudah untuk menentukan seseorang suspect virus Corona atau bukan, karena harus melewati serangkaian test laboratorium yang dilakukan oleh Balkes di Semarang.

“Jaga daya tahan tubuh, jika terkena flu harus memakai masker serta selalu mencuci tangan dengan sabun,” pesan Sudarmi. (Jon)