Sehari Tanpa Gawai Siswa SDN 2 Wirun di Purworejo Hidupkan Permainan Tradisional

oleh
Siswa SDN 2 Wirun Kutoarjo menandatangani Deklarasi Sehari Tanpa Gawai dan tampak antusias memainkan permainan tradisional egrang - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026, Kamis (23/07/2026), SDN 2 Wirun, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, menggelar aksi edukatif bertajuk ‘Satu Hari Tanpa Gawai’.

Kegiatan ini dikemas dengan mengajak seluruh siswa beralih dari layar gawai ke berbagai permainan tradisional nusantara.

Kepala SDN 2 Wirun Purworejo, Trijoko Winoto, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini diawali dengan upacara bendera serta deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan siswa.

“Melalui momen Hari Anak Nasional ini, kita ajak anak-anak sejenak lepas dari gawai. Kita kenalkan kembali permainan tradisional sebagai bentuk melestarikan (nguri-uri) budaya lokal,” ujar Trijoko Winoto saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam aksi tersebut, para siswa dikelompokkan sesuai tingkatan kelas untuk memainkan aneka permainan tradisional yang kaya akan nilai filosofis.

Kelas 1 dan 2 bermain congklak, yang bertujuan melatih kejujuran, kecerdasan, dan strategi. Kelas 3 dan 4 bermain lompat tali karet, yang bertujuan melatih fisik dan motorik agar anak aktif bergerak. Kelas 5 dan 6 bermain egrang, yang bermanfaat melatih keterampilan, konsentrasi, kerja sama, dan keseimbangan tubuh.

Meski awalnya merasa asing dan kesulitan, seperti saat mencoba menyeimbangkan diri di atas egrang, para siswa tampak sangat antusias dan gembira menikmati setiap permainan.

Trijoko menambahkan, kampanye ini tidak hanya berhenti sebagai peringatan seremonial semata. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan permainan tradisional sebagai agenda rutin bulanan atau mingguan setiap hari Jum’at.

“Ke depan, jenis permainannya akan kita tambah, seperti gobak sodor, sudamanda, kasti yang dulu sangat populer dan permainan tradisional lainnya. Ini komitmen kami agar budaya adiluhung ini tetap lestari dan anak-anak tumbuh sehat serta berkarakter,” pungkasnya. (Jon)