Sanur Bakal Tampil Mentereng sebagai Tujuan Wisata dan Kesehatan

    


Perahu atau jukung bercadik yang biasa digunakan nelayan tertambat di Pantai Karang, Sanur - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kawasan Wisata Sanur bakal dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Sejumlah infrastruktur tengah disiapkan untuk mendekatkan Sanur sebagai kawasan sunrise in the world. Sanur juga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Indonesia yang memadukan sektor kesehatan dan pariwisata.

Selama ini, Sanur menjadi destinasi alternatif bagi sebagian pelancong. Sanur lebih dikenal sebagai destinasi para lansia yang menghabiskan suasana tenang di Bali. Namun saat ini, penataan besar-besaran akan merubah wajah Sanur sebagai destinasi unggulan sekaligus ikon pariwisata di Pulau Bali.

Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata yang tengah dibangun di Sanur akan memperkuat potensi yang ada.

“Mengarah pada medical tourism yang dikembangkan di Sanur, kemudian wellness tourism akan dibangun di Desa Rendang, Karangasem,” kata Wagub Cok Ace.

KEK Sanur akan menjadi jawaban atas tantangan yang ada saat ini. Bahwa, masih banyak warga Indonesia lebih memilih dan mempercayakan perawatan medis ke luar negeri. Alasan itu mengemuka karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dirancang dengan rencana bisnis fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik, akomodasi hotel dan MICE, etnomedicinal botanic garden, serta commercial centre. Total lahan yang diusulkan seluas 41,26 ha dengan nilai investasi sebesar Rp 10,2 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 43.647 orang.

Sebelum terpilih menjadi wilayah yang ditetapkan sebagai KEK, Desa Sanur juga sarat dengan potensi alam yang sangat diminati oleh wisawatan asing maupun domestik. Sejumlah aktifitas Kesenian dan kebudayaan juga tumbuh subur di Sanur. Salah satunya adalah Sanur Village Festival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan menjadi agenda tahunan sebuah festival bergengsi di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, tidak mudah untuk sebuah event mampu menembus tim kurator calendar of event Kemenparekraf RI. Ada 5 kurasi yang dibutuhkan untuk diterima dalam Kharisma Event Nusantara yakni, memiliki potensi inovasi, keunikan ide pertunjukan, seni budaya, pengembangan ekraf, strategi komunikasi dan media.

“Dalam pengembangan ekonomi kreatif ini harus memiliki multiplier effect yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Tjok Bagus Pemayun.

Dengan demikian, kata Tjok Bagus, Kawasan Sanur tidak serta merta dipilih oleh pemerintah pusat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Sanur memiliki sejarah panjang sebagai destinasi wisata unggulan di Bali.

Sanur Siap Bertransformasi Menjadi KEK

Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun - foto: Istimewa

Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun – foto: Istimewa

Saat ini, sejumlah infrastruktur di Sanur tengah dikebut penyelesaiannya. Infrastruktur utama yang tengah berjalan adalah pembangunan Bali International Hospital bekerja sama dengan Mayo Clinic dari Amerika. Selain itu, pembangunan dermaga Sanur saat ini juga tinggal menunggu peresmian.

Potensi alam Sanur berupa pantai juga membentang mulai Pantai Padang Galak, Pantai Matahari Terbit, Pantai Sanur, Pantai Sindu, Pantai Karang, Pantai Cemara, hingga Pantai Mertasari. Desa Sanur tengah berbenah dan siap bertransformasi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Nusantara.

“Ini akan banyak memberikan keuntungan untuk Bali, terutama pada kunjungan wisatawan. Wisman tidak hanya didominasi oleh kunjungan wisata saja tapi juga wisata Kesehatan,” jelas Tjok Bagus Pemayun.

Pembangunan KEK Sanur diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dan menghadirkan investasi baru. Di tahun 2030, diperkirakan sekitar 4% hingga 8% penduduk Indonesia yang sebelumnya berobat ke luar negeri, akan berobat ke KEK Sanur.

Total pasien diproyeksikan mencapai 123 ribu hingga 240 ribu orang. Diharapkan hingga tahun 2045, total penghematan devisa yang dihasilkan mencapai Rp 86 Triliun. Sedangkan, total penambahan devisa pada periode yang sama mencapai Rp19,6 triliun. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS