KORANJURI.COM – Momentum libur sekolah yang berbarengan dengan gelaran dua event besar di kawasan pesisir selatan Kabupaten Purworejo, yakni Festival Layang-layang Nasional di Pantai Ketawang dan Merti Jaladri di Pantai Jatimalang (Pantai Dewaruci) terbukti sukses besar.
Kolaborasi apik ini berhasil dongkrak wisatawan secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.
Peningkatan tajam ini diakui oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim.
Melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Edi Nur Widyoko menyampaikan, berdasarkan pantauan penjualan tiket, lonjakan kunjungan sangat terasa terutama pada libur akhir pekan.
“Setelah kita amati dari kesiapan dan penjualan tiket yang dilakukan, memang ada peningkatan yang cukup lumayan, terutama di hari Minggu,” ujar Edi Nur Widyoko, Selasa (07/07/2026).
Menurut Edi, dua agenda besar yang berlangsung berdekatan , yakni Festival Layang-Layang (4-5 Juli 2026) dan tradisi budaya Merti Jaladri (4-6 Juli 2026) menciptakan efek paket wisata alamiah bagi para pengunjung. Wisatawan yang datang tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan ikut bergeser ke destinasi sekitar.
“Para pengunjung itu setelah melihat festival layang-layang, sebelum pulang mampir ke Pantai Jatimalang. Di sana kebetulan juga ada event. Jadi kelihatannya saling berhubungan, seperti paket wisata meski tidak kita paketkan secara resmi,” jelasnya.
Pada hari biasa atau Minggu normal, kunjungan ke Pantai Jatimalang berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang. Namun, saat momen event tersebut, angka kunjungan melonjak tajam hingga mencapai 6.000 wisatawan.
Berdasarkan laporan, di Pantai Ketawang mencatatkan angka kunjungan yang luar biasa, diperkirakan menembus 15.000 wisatawan pada puncak acara di Minggu (05/06/2026).
Selain karena daya tarik festival, Edi menyebut faktor harga tiket masuk yang sangat terjangkau menjadi alasan mengapa pantai-pantai di Purworejo, seperti Pantai Jatimalang atau Pantai Dewaruci, tetap menjadi primadona di tengah persaingan dengan daerah tetangga.
“Tiket masuk ke Jatimalang itu hanya Rp5.000. Dibandingkan dengan pantai-pantai tetangga, kita termasuk agak murah. Jadi bagi masyarakat yang secara finansial terbatas, masih sangat terjangkau untuk berwisata bersama keluarga,” tambahnya.
Melihat dampak luar biasa dari penyelenggaraan event ini, Dinporapar Purworejo bergerak cepat melakukan evaluasi. Ke depan, pihak dinas berencana meramu dan mengolaborasikan event-event rutin tersebut agar jadwalnya semakin sinkron dan tidak saling bertubrukan.
“Harapan ke depan, event-event seperti ini tetap berkelanjutan. Syukur-syukur ke depan kita punya kekuatan anggaran yang lebih, sehingga intensitas event bisa agak ditambah atau dipersering. Selain memikat wisatawan, ini langkah konkret untuk terus dongkrak wisatawan dan mendongkrak PAD Purworejo,” pungkas Edi. (Jon)





