Purworejo Terima Proyek IJD Senilai Rp 15 Milyar

oleh
Para pekerja sedang melakukan pekerjaan pada salah satu segmen proyek IJD di Kabupaten Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabupaten Purworejo di tahun 2023 ini menerima proyek peningkatan jalan dari program IJD (Inpres Jalan Daerah). Bersumber dari APBN, program IJD berasal dari dana aspirasi DPR RI, khususnya dari komisi V.

Untuk IJD di Kabupaten Purworejo, mendapatkan paket pekerjaan Rehabilitasi Jalan Puspo-Somoleter cs. Dan sebagai pelaksana dari kegiatan ini, PPK 2.5 Propinsi Jateng dari Kementerian PUPR (Pejabat Pembuat Komitmen yang membawahi wilayah batas DIY sampai batas Banyumas).

“Adanya paket tersebut karena usulan dari Pemkab Purworejo. Yang pasti jalan tersebut sudah rusak dan sangat mendukung perekonomian masyarakat setempat,” jelas Koordinator Lapangan PPK 2.5 Suwarno, S.T., saat ditemui di kantornya, Rabu (01/11/2023).

Nano, panggilan akrab Suwarno mengungkapkan, dalam paket ini segmennya meliputi Puspo-Somoleter sepanjang 5,4 km di Kecamatan Bruno, Somongari-Jatirejo sepanjang 1,970 km di Kecamatan Kaligesing dan di Kaligono, Kecamatan Kaligesing sepanjang 1,770 km.

Pekerjaan ini, kata Nano, dilaksanakan oleh PT New Cakti dengan pagu anggaran mencapai Rp 15 milyar lebih dengan total panjang mencapai 7,5 km. Untuk konstruksinya, rabat beton dengan FS 45 ketebalan 15 cm.

“Penandatanganan kontrak tanggal 25 Agustus hingga 31 Desember 2023. Hingga kini progres pekerjaan mencapai 33 persen,” terang Nano.

Khusus yang ruas Puspo-Somoleter, menurut Nano, jalan tersebut tadinya sudah tak mungkin dilewati khususnya pada musim hujan, karena sangat terjal dan kondisi rusak dengan kanan kiri jurang. Warga setempat memilih memutar sejauh 5-7 km jika ingin menuju kota, dengan melewati Sawangan, naik menuju Somoleter.

“Setelah jadi, Insya Allah warga sekitar seperti dari daerah Somoleter, Bimbing, kalau mau ke Purworejo bisa lewat Puspo sehingga lebih dekat dan hemat waktu,” jelas Nano.

Yang di Kaligesing, kata Nano, sebelumnya jalan Existing sudah cor dengan model kiri kanan setapak. Untuk yang Jatirejo dipergunakan bagi warga perbatasan menuju Yogyakarta untuk menjual aneka hasil bumi mereka seperti duren, manggis dan nira kelapa.

“Karena pengepulnya ada di daerah Kokap, Kulonprogo. Jadi jalan tersebut memang bermanfaat untuk memperlancar perekonomian,” jelas Nano.

Yang jalan Kaligono, sebut Nano, Existing awalnya dari Tuk Sidandang naik dengan kondisi jalan curam, sempit dan banyak yang sudah rusak. Bilamana hujan atau kondisi tertentu, jalan tersebut tak bisa dilewati. Dengan proyek ini jalan tersebut diperlebar.

“Warga sangat antusias dengan adanya peningkatan jalan tersebut. Semoga nantinya dapat memperlancar dan meningkatkan perekonomian warga setempat,” kata Nano. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News