Prosedur yang Wajib Dilakukan Wisman begitu Mendarat di Bandara Ngurah Rai

    


Sekda Bali Dewa Made Indra memantau pelaksanaan simulasi pembukaan wisatawan asing di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali - foto: Sabtu, 9 Oktober 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bandara Ngurah Rai Bali menyiapkan tahapan menerima kedatangan wisatawan mancanegara. Dalam simulasi yang dilakukan pada Sabtu, 9 Oktober 2021, setidaknya ada 6 prosedur yang diterapkan sejak penumpang turun dari pesawat hingga keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tahap pertama, penumpang mendarat dan tiba di terminal kedatangan. Mereka harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh melalui thermo scanner yang dipantau petugas. Penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius atau lebih rendah, dapat melanjutkan proses selanjutnya.

Penumpang dengan suhu badan di atas 38 derajat celcius diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan. Apabila hasil observasi menunjukkan sehat, maka penumpang tersebut dapat melanjutkan proses berikutnya.

Kedua, penumpang melakukan input data dan petugas melakukan kontrol data serta print barcode.

Ketiga, penumpang melewati pemeriksaan dokumen kesehatan dan hotel karantina yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan melakukan barcode tapping.

Keempat, pengambilan sample RT-PCR penumpang. Dalam tahap ini, pengelola bandara telah menyiapkan 20 bilik tes.

Kelima, penumpang diarahkan ke konter imigrasi untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian.

Keenam, pengambilan bagasi milik penumpang di conveyor belt dan pemindaian barcode electronic customs declaration oleh petugas bea cukai.

“Setelah kebijakan ini diumumkan, seluruh stakeholder bertanggung jawab memastikan SOP bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan,” kata Sekda Bali Dewa Made Indra yang memantau simulasi.

“Pintu Bali untuk wisatawan dibuka, tapi kasus Covid-19 tak boleh naik,” tambahnya.

Sementara, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Novie Riyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengaturan secara detail termasuk waktu landing pesawat.

Menurut Novie, pengaturan itu untuk mengetahui waktu riil yang dibutuhkan penumpang ketika berada di bandara Ngurah Rai.

“Kita terus pantau, berapa lama waktu riil yang dihabiskan untuk tahapan-tahapan mengacu pada SOP,” ujarnya. (Way)