Polisi Ungkap Penyelundupan Narkoba Asal China

    


Kabid Humas Polda Metro Jaya bersama Kasat Narkoba se-wilayah DKI Jakarta menggelar konferensi pers di Gedung Ditnarkoba Polda Metro Jaya - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba dan Satuan Reserse narkoba Polres jajaran Polda Metro Jaya melakukan operasi pengungkapan kasus narkoba selama dua bulan sepanjang pandemi covid-19.

Hasilnya, penyidik mengamankan 16 orang sebagai tersangka, serta menyita barang bukti sebanyak 66,8 kilogram sabu dan 7.388 butir ekstasi. Narkoba tersebut ditengarai berasal dari China.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sendiri telah mengungkap 4,2 kilogram sabu-sabu.

Penyitaan bubuk haram ini dilakukan pada tanggal 12 dan 13 September 2020 lalu.

“Kami menetapkan dua pelaku berinisial HP dan SI sebagai tersangka,” ucap Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/10/2020).

Yusri mengatakan, Satuan Reserse Polres Khusus Bandara Soekarno Hatta yang membongkar 9,2 kilogram sabu-sabu.

Dari kasus ini penyidik mengamankan 3 orang sebagai tersangka berinisial AA, AB, dan AP.

Kemudian, tiga Polres lainnya yakni, Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, Satuan Rerserse Narkoba Polres Jakarta Pusat dan Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat, mengungkap 10,2 kilogram sabu-sabu dan 7.330 butir pil ekstasi.

“Selanjutnya polisi mengamankan 8 orang sebagai tersangka,” jelas Yusri

Yusri menambahkan, selama menjalankan aksi, para pelaku mengemas sabu-sabu dalam bungkus teh asal China.

“Hampir semua berkamuflase yakni, dengan menggunakan bungkus teh China. Ini kita amankan selama 2 bulan,” kata Yusri.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 dan Pasal 137 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (Bob)