Polisi Ungkap Cara Kerja Jaringan Judol Jakarta-Kamboja, Retas Situs Pemerintah dan Optimalkan SEO

oleh
Polres Jakarta Barat menggulung pelaku judi online jaringan Jakarta-Kamboja - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M. Syahduddi mengatakan, sindikat judi online di Jakarta mengendalikan perputaran uang hingga Rp200 milyar dalam periode tiga bulan.

Jaringan mereka terhubung dengan situs judi online yang berpusat di negara Kamboja. Seperti diketahui, Kamboja, negara Monarki itu melegalkan perjudian. Sehingga banyak situs judol bermarkas di negara tersebut.

“Penyidik menemukan bahwa perjudian online tersebut merupakan sindikat internasional jaringan Kamboja,” kata Syahduddi dalam keterangannya Jumat (12/7/2024).

Ia menjelaskan, transaksi itu didapat dari 23 kasus yang diungkap bersama Polsek di wilayah Jakarta Barat. Dari jaringan judol itu, polisi mengamankan 29 orang terdiri dari 17 pemain dan 12 telemarketing.

“Dari 23 kasus yang kami ungkap, paling menonjol sindikat yang bermarkas di salah satu apartemen kawasan Tanjung Duren,” kata Syahduddi.

Sindikat di apartemen Tanjung Duren itu sudah beroperasi sejak Agustus 2023. Mereka menyasar situs pemerintah maupun lembaga pendidikan untuk disusupi.

“Karena dianggap sistem keamanan websitenya lemah. Dari pengakuan tersangka umumnya yang disusupi website milik pemerintah daerah,” jelasnya.

Selama beroperasi hampir setahun, para pelaku telah meretas lebih dari 855 situs baik milik pemerintah ataupun lembaga pendidikan.

“500 website milik instansi pemerintah daerah, dengan URL atau Uniform Resource Locator go.id. Serta 355 website dengan URL ac.id,” kata Kapolres Jakarta Barat.

Setelah berhasil meretas, para pelaku mengoptimasi search engine (SEO) agar terus muncul di halaman pertama mesin pencarian google. (Lib)