KORANJURI.COM – Koranjuri.com, Denpasar – Bali tak hanya menjadi tempat berlibur bagi wisatawan mancanegara.
Lewat meja biliar, atlet dari berbagai negara kini datang ke Pulau Dewata untuk menguji kemampuan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi para pemain lokal.
Sebanyak 128 atlet ambil bagian dalam Nineball RBC Bali Open International 2026 yang berlangsung dari Rabu (7/10/2026) hingga Jumat (9/10/2026).
Dari jumlah tersebut, 12 atlet berasal dari luar negeri, yang datang dari sejumlah negara seperti Filipina, Thailand, Kanada, Irak, Argentina, China, Singapura, dan Malaysia.
Sementara dari Bali, terdapat sekitar delapan atlet yang ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka tampil atas nama pribadi, bukan sebagai tim yang dikirim secara khusus oleh Pengprov POBSI Bali.
Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, menilai kehadiran pemain internasional menjadi kesempatan penting bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui latihan.
“Kalau dengan latihan saja tanpa kita punya pengalaman, kadang-kadang itu tidak bisa berhasil dengan sempurna. Namun dengan kita berpengalaman, kita bisa melihat, kita menonton bagaimana cara mereka bermain atau bertanding,” kata Laksmi.
Menurut dia, pertandingan melawan pemain dengan jam terbang tinggi dapat memperlihatkan bagaimana seorang atlet menghadapi tekanan di meja pertandingan.
Bukan hanya soal teknik, tetapi juga kemampuan menjaga ketenangan ketika berada dalam situasi sulit.
“Ketenangan mereka itu yang utama, dan teknik-teknik mereka kalau kita bisa melihat di sini, kita bisa mengambil pengalaman-pengalaman mereka untuk nantinya kemajuan buat biliar Indonesia dan biliar Bali khususnya,” ujarnya.
POBSI Bali berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai satu kali penyelenggaraan.
Laksmi mengatakan pihaknya ingin menjadikan ajang open internasional sebagai agenda yang dapat digelar secara rutin setiap tahun.
Selama ini, POBSI Bali memang sudah beberapa kali menggelar turnamen dengan format open handicap.
Namun, Nineball RBC Bali Open International 2026 menjadi penyelenggaraan perdana dengan format open yang mempertemukan pemain lokal dengan sejumlah atlet dari luar negeri.
“Mudah-mudahan tiap tahun di sini sudah ada pemain top dunia. Tahun yang lalu juga ada, sekarang juga ada,” kata Laksmi.
Ia berharap semakin banyak pemain berkualitas dari luar negeri yang tertarik datang ke Bali.
Dengan demikian, atlet Indonesia, khususnya Bali, tidak selalu harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dengan level lebih tinggi.
Pertama di Bali, Berhadiah Besar
Daya tarik lain dari turnamen ini adalah total hadiah yang mencapai lebih dari setengah miliar atau tepatnya sebesar Rp598 juta.
Menurut Laksmi, nilai tersebut menjadi salah satu yang terbesar dibandingkan penyelenggaraan turnamen handicap yang sebelumnya digelar di Bali.
“Ini pertama kali kami adakan di Bali untuk open-nya. Sebelumnya handicap. Handicap-nya tinggi-tinggi juga, sekitar Rp300 juta sampai Rp200 juta,” ujarnya.
Pengurus POBSI Bali, Dikko, mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengikuti arahan Pengurus Besar POBSI untuk mendatangkan pemain luar negeri ke Indonesia.
Menurut dia, langkah tersebut penting agar atmosfer kompetisi internasional tidak selalu harus dicari dengan mengirim atlet Indonesia bertanding ke luar negeri.
“Bagaimana kalau kita yang mendatangkan pemain luar ke Bali atau ke Indonesia pada khususnya,” kata Dikko.
Nineball RBC Bali Open International 2026 juga didukung penuh oleh RBC sebagai pihak pendanaan.
Dikko mengatakan tidak ada sponsor lain yang terlibat dalam pendanaan utama turnamen tersebut.
Ia memastikan penyelenggaraan serupa akan kembali dilakukan tahun depan dengan peluang peningkatan nilai hadiah.
Kompetisi ini juga diikuti sejumlah pemain nasional. Dari Bali, terdapat dua atlet yang pernah memperkuat Bali di PON XXI 2024, Aceh-Sumut, Irwan Limardi dan Edy ‘Kingkong’ Wirawan.
Kingkong sebelumnya meraih medali emas PON XXI 2024 dari nomor snooker. Meski demikian, nomor yang dipertandingkan dalam Nineball RBC Bali Open International 2026 berbeda disiplin karena menggunakan permainan bola sembilan.
Sejumlah pemain papan atas nasional juga turut ambil bagian. Di antaranya Ismail Nasution dan Albert Januarta, yang masing-masing disebut sebagai peringkat pertama dan kedua nasional putra.
Dari sektor putri, ada Silviana Lu yang datang sebagai peringkat pertama nasional. Sementara dari nomor snooker, Gebby Adi Wibawa, yang menempati peringkat pertama nasional, juga ikut meramaikan turnamen.
Bagi delapan atlet asal Bali yang tampil secara individu, persaingan tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka menghadapi pemain dengan pengalaman lebih luas.
Laksmi berharap pengalaman tersebut bisa menjadi bekal penting bagi perkembangan atlet Bali.
“Harapannya mereka bisa menjadi pemain yang lebih baik. Mereka sudah bagus, tapi menjadi lebih bagus lagi dan mereka bisa menimba pengalaman yang banyak dari teman-teman yang di luar,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman bertanding pemain asing yang sudah terbiasa mengikuti turnamen di berbagai negara dapat memberikan pelajaran tersendiri bagi atlet Bali, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
Dengan menghadirkan pemain dari berbagai negara, POBSI Bali berharap Bali tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen, tetapi juga berkembang sebagai salah satu titik pertemuan komunitas biliar internasional.
Jika rencana penyelenggaraan tahunan terealisasi, Nineball RBC Bali Open International berpeluang menjadi agenda rutin yang sekaligus membuka jalan bagi atlet lokal untuk menguji kemampuan di hadapan pemain-pemain dengan pengalaman internasional.
Berikut Pembagian Hadiah Juara Dari Total Rp 598 juta
Juara 1 Rp 200 juta
Juara 2 Rp 100 juta
Juara 3 Rp 35 juta
Masuk 8 besar Rp 13 juta
Masuk 16 besar Rp 8 juta
Masuk 32 besar Rp 4 juta
Masuk 64 besar Rp 1,5 juta. (Yan Daulaka)





