Pesan Ketua Umum PBNU Di Acara Workshop Jurnalistik FIMB

    


Keterangan gambar : Workshop dan pelatihan Jurnalistik Mewujudkan Indonesia Maju dan Berbudaya yanh di selenggarakan di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta /Foto: Koranjuri

KORANJURI.COM-Wakil Walikota Solo, Drs. Teguh Prakosa secara resmi membuka workshop dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Forum Indonesia Maju dan Berbudaya dengan tema ‘ Mewujudkan Indonesia Maju Dan Berbudaya’.

Workshop di buka di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta kerja bareng dengan salah satu media yang di hadiri Forkompimda, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta. Perwakilan Pura Paku Alaman Jogjakarta dan para tamu undangan lainya.

Dalam sambutanya Ketua Forum Indonesia Maju dan Berbudaya, KP. Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, SH,M.Ikom menyampaikan, dalam menjalankan pekerjaanya pers harus profesional dan berbudaya. Menunjukan etika sebagai bangsa yang luhur.

‘ Peran media saat ini tidak hanya sebagai fungsi kontrol, tetapi juga harus menguatkan kembali nilai nilai luhur budaya bangsa melalui informasi yang dapat di tulis dan di sajikan ke tengah masyarakat’ Kata Ketua Yayasan FIMB yang akrab di sapa Gus Andi

Di tambahkan Gus Andi, berbagai persoalan masyarakat sebenarnya dapat di selesaikan melalui pendekatan budaya. Apalagi di kota Solo, yang notabene terlahir sebagai Kota Budaya dengan dua simbol kebesaran yang dimilikinya yakni, Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran.

‘ Budaya juga memiliki kekuatan sebagai sarana pemersatu bangsa dengan nilai nilai adi luhung yang ada di dalamnya ‘ Jelas Gus Andi menambahkan

Sementara itu melalui virtual, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA berpesan, bangsa Indonesia tidak boleh melupakan jatidiri dan kepribadiannya. Tidak boleh luntur dan bergeser dari budaya aslinya.

‘ Jika budayanya baik maka akan di hormati oleh bangsa lain, sebab kehormatan suatu bangsa terletak pada budayanya.’ Jelas Kiai Said dalam pesanya.

Indonesia memiliki ahklak, budi pekerti dan semangat gotong royong yang lahir dari nilai kearifan lokal masyarakat Nusantara. Oleh karena itu perilaku berbudaya harus di kedepankan di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, agar tidak luntur spirit budaya yang kita miliki, tutupnya. / Jk