Peringati WCD, Siswa SMPN 9 Purworejo Bersih-bersih Lingkungan Sekolah

    


Siswa SMPN 9 Purworejo saat bersih-bersih lingkungan sekolah, dalam rangka memperingati WCD (World Cleanup Day) atau Hari Bersih-bersih Sedunia, Sabtu (24/09/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam rangka memperingati WCD (World Cleanup Day) atau Hari Bersih-bersih Sedunia, SMPN 9 Purworejo mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah, Sabtu (24/09/2022).

Kegiatan bersih-bersih sekolah ini, diikuti siswa kelas 8 dan 9, dipimpin langsung oleh Waka Sarpras Agus Dwi Kusworo, S.Pd. Dalam hal ini, siswa membersihkan semua sampah-sampah yang ada di sekolah, kemudian mengumpulkannya dengan cara memilah-milah sesuai jenisnya.

“Kita pilah sesuai jenisnya. Ada kategori sampah organik, an organik dan residu,” jelas Kepala SMPN 9 Purworejo, Luluk Pratiwie, S.Pd., M.Pd., yang memantau langsung jalannya kegiatan tersebut.

Yang sampah organik, kata Luluk, dikumpulkan, karena kebetulan di SMPN 9 Purworejo punya program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), dengan projek yang kedua tentang pengolahan sampah.

Sampah organik tadi akan dipergunakan siswa untuk praktek pembuatan kompos, sesuai dengan program P5, yang hasilnya dipergunakan untuk projek. Yang sampah anorganik dikumpulkan ke pengepul.

Dari kegiatan tersebut, menurut Luluk, untuk Kurikulum Merdeka, dikembangkan satu karakter, yakni Bernalar Kritis. Sebelumnya, pada hari biasa saat pelajaran P5, siswa sudah dikenalkan dan mengeksplor, sampai mereka belajar mempresentasikan, bagaimana kalau keadaan lingkungannya kotor, akan seperti apa.

“Hari ini, kita sudah mulai praktek dengan cara memilah sampah. Selama satu jam bersih-bersih, sampah organik kita jadikan satu. Terkumpul sekitar 12 karung,” terang Luluk, yang didampingi Agus Dwi Kusworo.

Menurutnya pula, dari kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah tersebut, didapat banyak nilai karakter, diantaranya, gotong royong, peduli lingkungan, peduli pada sesama, Ketuhanan, serta saling berbagi. Disitu juga ada kemandirian dan rasa tanggungjawab

Agus menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sampai hari ini saja. Dari hasil yang dilihat, lingkungan menjadi lebih bersih. Ini menjadikan sifat atau rasa tanggung jawab siswa muncul terhadap lingkungan. Dan kegiatan tersebut, rencananya akan dilaksanakan sebulan sekali, dengan bersih-bersih lingkungan sekolah secara keseluruhan.

“Hasil sampah organik yang diolah menjadi kompos digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di sekolah, sehingga lingkungan akan menjadi lebih asri dan tentunya ini sangat mendukung dalam kegiatan belajar mengajar,” pungkas Agus. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS