Workshop PPDB Abnormal SMK Muhammadiyah Purwodadi: Sekolah Besar Berawal dari Mimpi Besar

    


Narasumber H. Pahri, S.Ag.,M.M., saat menyampaikan materi dalam Workshop PPDB Abnormal Naik 200 % yang diselenggarakan SMK Muhammadiyah Purwodadi, Jum'at (23/09/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Terwujudnya sekolah-sekolah besar, berawal dari mimpi-mimpi besar kepala sekolah. Begitu juga dengan mimpi untuk memiliki murid yang banyak, tidak hanya puluhan, tapi ratusan bahkan ribuan.

Namun mimpi saja tidak cukup. Tapi harus diimbangi dengan inovasi, branding dan marketing. Jika semua strategi tersebut dilakukan, mimpi besar tadi pasti akan terwujud.

Hal itu mengemuka dalam Workshop PPDB Abnormal Naik 200 % yang diselenggarakan SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Jum’at (23/09/2022), yang menghadirkan narasumber
H. Pahri, S.Ag.,M.M., Ketua PP FGM (Forum Guru Muhammadiyah) Indonesia.

Mantan Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang itu lebih jauh menjelaskan, dalam inovasi, sekolah harus memiliki perbedaan dengan sekolah lainnya. Ada keunggulan, ada kemajuan yang tidak dimiliki oleh sekolah lain.

“Karena itu sekolah Muhammadiyah harus terus update ilmunya, update kompetensinya, kemudian juga update pengetahuan dan pemahamannya agar muncul ide baru, pelayanan baru dan muncul produk baru,” jelas Pahri.

Dalam branding, menurut Pahri, sekolah harus memiliki keunggulan yang bisa dikenalkan kepada masyarakat. Misal, branding sebagai sekolah tahfid, branding sebagai sekolah seni, branding sebagai sekolah olahraga, branding sebagai sekolah akademik, atau branding sebagai sekolah bilingual.

Dengan branding-nya yang sudah kuat secara terus-menerus, setiap saat setiap waktu untuk disosialisasikan dan disampaikan kepada masyarakat.

“Langkah-langkah strategisnya, sekolah harus mendekat ke masyarakat supaya dikenal, berprestasi supaya membanggakan bagi siswanya, orang tuanya, kemudian membanggakan bagi pemerintah,” terang Pahri.

Kalau sudah bangga, kata Pahri, otomatis sekolah akan mendapatkan trust masyarakat. Dengan trust tadi masyarakat akan berbondong-bondong untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah Muhammadiyah.

Dengan cara itu, Pahri optimis target PPDB naik 200 persen sesuai tema workshop, akan bisa tercapai. Dia melihat, strategi PPDB sekolah Muhammadiyah di Purworejo belum masif kepada masyarakat.

“Kita coba membranding yang ada di Purworejo. Masih belum ideal antara jumlah murid Muhammadiyah yang ada di Purworejo ini. Dan ini bukan teori saja. Sudah banyak yang mempraktekkan, dan mereka berhasil,” jelas Pahri, sambil menyebut sejumlah sekolah yang berhasil menaikkan PPDB nya hingga 200 persen dari strategi yang disampaikannya.

Khusus SMK Muhammadiyah Purwodadi, menurut Pahri, sekolah ini sudah memiliki modal dengan menjadi sekolah Center of Excellence, SMK PK, SMK PK Lanjutan, karena tidak semua sekolah diberi kesempatan negara.

“Jadi tinggal mendekat ke masyarakat. Ada istilah tak kenal maka tak sayang,” ujar Pahri.

Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Sumarjo, S. Fil. I, M. Pd., menjelaskan, workshop tersebut diadakan untuk menyikapi adanya penurunan siswa baru di sejumlah sekolah pasca pandemi.

Dalam workshop tersebut, juga dihadiri H. Sutarja, M.Ag., M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Purworejo. Sebagai peserta, para kepala sekolah dan panitia PPDB di lingkup sekolah Muhammadiyah, dari SD, SMP, SMA dan SMK.

“Insya Allah, dengan strategi-strategi yang disampaikan narasumber, SMK Muhammadiyah Purwodadi PPDB tahun depan bisa naik 100 persen,” pungkas Sumarjo, yang juga menjabat sebagai Ketua FGM Kabupaten Purworejo. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS