KORANJURI.COM – Pelaku usaha di kawasan pesisir pantai di Bali melakukan penandatangan komitmen zero waste. Tidak ada lagi sampah yang bocor ke laut dengan mengelola limbah secara bertanggungjawab.
Program itu menjadi bagian dari Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana mengatakan, penanganan sampah di Bali menggerakkan semua komponen di masyarakat. Termasuk, pengusaha yang punya kewajiban menyelesaikan sendiri sampah yang mereka hasilkan.
“Tapi kalau untuk mencapai zero waste di kawasan pesisir memang tidak langsung terlihat, tapi secara bertahap,” kata Sumardiana di Badung, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) untuk menjaring sampah di sungai sebelum masuk ke laut.
BERITA LAIN
KKP Rumuskan Strategi Atasi Kebocoran Sampah ke Laut
Kebocoran sampah yang bermuara ke laut dari sungai menurutnya berhasil ditekan. Namun, sampah kiriman datang secara musiman perlu ditangani secara khusus. Sampah kiriman itu umumnya berupa batang pohon yang masuk ke laut dan terbawa arus sampai ke pesisir Bali.
“Apakah daerah lain punya komitmen sama dalam menangani sampah,” ujarnya.
Ketua TPST-3R Desa Adat Seminyak I Komang Ruditha Hartawan mengamini kondisi sampah kiriman itu. Dalam pengelolaan sampah di TPST-3R yang dikelolanya, sampah-sampah berupa kayu gelondongan itu selalu ada dalam musim angin barat.
BERITA LAIN
Peringatan Hari Laut Sedunia di Bali, 90 Persen Sampah Laut Kiriman dari Darat
“Biasanya akan muncul di bulan Desember hingga Maret. Tapi sekarang berubah, munculnya di November sampai April, jadi lebih panjang waktunya,” kata pria yang akrab disapa Koming itu.
“Sampah laut yang kita tangani lebih banyak organik. Yang masih menimbulkan masalah adalah kayu-kayu yang besar, kalau ranting dan plastik sudah bisa kita tangani,” tambahnya.
Dengan dukungan peralatan dari berbagai pihak, TPST-3R Desa Adat Seminyak dalam satu hari mampu menangani 36 ton sampah organik dan anorganik.
Sementara, penandatanganan komitmen zero waste di pesisir Petitenget dan Seminyak itu diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian KKP. Hadir dalam acara itu Dirjen Pengelolaan Kelautan A. Koswara. (Way)
