Pengrajin Batu Bata Press di Kediri Tabanan Terpuruk Selama Pandemi

    


Proses pembuatan baru bata press di Desa Bengang, Kediri, Tabanan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kondisi pandemi Covid-19 ikut mempengaruhi daya jual batu bata pres di Desa Bengang, Kediri, Tabanan. Pengrajin batu bata halus itu ikut terpuruk, meskipun tetap berproduksi.

Supiyanto, salah seorang perajin yang bekerja di salah satu tempat produksi batu bata pres mengatakan, hampir selama 7 bukan ini, tingkat produksinya menurun hingga 50 persen. Penurunan juga berimbas pada produksi genteng halus.

“Pembeli kami kebanyakan berasal dari pengempu Pura. Tapi pesanan juga banyak datang dari vila di Gianyar. Hanya saja, sekarang penjualannya anjlok, sampai 50 persen,” kata Supiyanto, Minggu, 11 Oktober 2020.

Supiyanto menjelaskan, dalam sehari ia bersama sang istri mampu memproduksi 500 batu bata pres. Proses yang dilakukan yakni, mencari bahan baku tanah liat, mengolah, melakukan pressing dengan mesin manual, pengeringan dan pembakaran.

Dalam kondisi cuaca panas, kata Supiyanto, proses pengeringan memakan waktu 15 hari. Sedangkan ketika musim hujan bisa sampai sebulan untuk proses pengeringannya.

“Kalau sudah dikeringkan baru dibakar selama sehari,” jelasnya.

Batu bata halus itu dijual seharga Rp 400 per buah. (Way)