Peduli Lingkungan, Kader Adiwiyata SMPN 15 Purworejo Bersih-bersih Pantai Jatimalang

    


Kader Adiwiyata dan Tim 7K SMPN 15 Purworejo, saat bersih-bersih Pantai Jatimalang, Sabtu (22/05/2021) pagi - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kader Adiwiyata dan Tim 7K (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kedisiplinan) SMPN 15 Purworejo, Sabtu (22/05/2021) pagi mengadakan kegiatan bersih-bersih Pantai Jatimalang di Purwodadi.

Dalam aksi sosial yang dikemas dengan nama Sabtu Bersih itu, sekitar 15 siswa SMPN 15 Purworejo yang menjadi Kader Adiwiyata dan Tim 7K membersihkan Pantai Jatimalang dari sampah-sampah.

Satu persatu, sampah-sampah yang terdapat di sepanjang pantai kawasan tersebut diambil, kemudian dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah disediakan. Setelah terkumpul, sampah-sampah tersebut dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Dalam waktu sekitar 2 jam, pada kegiatan yang dimulai jam 07.00 WIB itu, kawasan Pantai Jatimalang yang sebelumnya tampak kotor, menjadi bersih kembali.

“Setiap Sabtu pagi, kita selalu ada kegiatan Sabtu Bersih. Khusus hari ini, sebagian siswa bersih-bersih lingkungan sekolah, dan siswa yang tergabung dalam kader Adiwiyata didampingi Tim 7K membersihkan Pantai Jatimalang,” ujar Dwi Retno Untari, SPd, Kepala SMP N 15 Purworejo, usai kegiatan Sabtu Bersih.

Menurut Retno, aksi sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya Pantai Jatimalang pasca lebaran. Karena disinyalir, kalau lebaran pantai pasti banyak dikunjungi orang, sehingga pantai kotor.

“Kita ada rasa kepedulian terhadap lingkungan pantai agar bersih. Membantu pemerintah juga dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan,” kata Retno, yang sangat mensuport kegiatan tersebut.

Dengan kegiatan bersih-bersih Pantai Jatimalang tersebut, ungkap Retno, melatih anak supaya memiliki rasa kepedulian sosial terhadap lingkungan, serta menanamkan pendidikan karakter untuk selalu berjiwa bersih terhadap lingkungan supaya sehat.

Retno mengagendakan, supaya kegiatan seperti itu terus rutin dilakukan, pada tempat dan waktu yang berbeda secara bergantian.

“Sehingga anak-anak melakukannya juga bukan karena paksaan, tapi atas kesadarannya sendiri untuk membersihkan lingkungan, baik itu lingkungan sekolah maupun di sekitar,” pungkas Retno. (Jon)