Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Mereka Butuh Dukungan bukan Iba

    


Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kalangan Ayodya, Taman Budaya-Art Center Denpasar, pada Selasa, 13 Desember 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kebutuhan penyandang disabilitas bukan belas kasih, namun diberikan kesetaraan untuk menjalani hidup layaknya manusia pada umumnya. Sehingga mereka mampu hidup mandiri dan meraih cita-citanya.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyampaikan hal itu di saat menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kalangan Ayodya, Taman Budaya-Art Center Denpasar, pada Selasa, 13 Desember 2019.

“Saudara-saudara kita difabel sebenarnya, tidak membutuhkan rasa kasihan. Namun lebih dari itu, mereka butuh dukungan agar hidup mandiri dan sejahtera. Difabel bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa, melainkan mereka memiliki kelebihan yang patut untuk dibanggakan,” kata Putri Koster, Selasa, 10 Desember 2019.

Pihaknya mengajak semua pihak meneguhkan komitmen untuj memberi pengakuan terhadap eksistensi, kesetaraan dan kesejahteraan penyandang difabel.

Ia tak ingin, kaum penyandang difabel mengalami diskriminasi. Menurutnya, para difabel mempunyai harkat dan martabat yang sama dengan manusia lainnya. Karena itu, mereka berhak memperoleh kesempatan dan hak yang sama baik dalam pendidikan, kesehatan dan pekerjaan.

“Pemprov Bali berkomitmen terhadap hal itu. Komitmen itu antara lain diwujudkan melalui upaya melengkapi perkantoran dengan fasilitas yang ramah bagi penyandang difabel,” ujarnya istri Gubernur Bali ini.

Putri Koster berkeinginan agar pemerintah membangun gedung khusus bagi para difabel. Tujuannya, agar mereka bisa bertemu dari semua yayasan yang ada di Bali dengan melakukan berbagai aktiftas di dalamnya.

Sehingga pembinaan prestasi-prestasi lebih terarah dan terakomodasi dengan baik.

“Biar bagaimanapun juga, anak-anak kita ini harus diberikan ruang khusus untuk melatih diri, sehingga prestasi yang dimiliki dapat diasah dengan baik,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan, peringatan Hari Difabel adalah wujud pengakuan terhadap eksistensi dan kesetaraan para penyandang disabilitas.

Pemerintah saat ini tengah menggalakkan program inklusi yang ramah disabilitas.

Puncak peringatan HDI dimeriahkan dengan lomba yang diikuti sekitar 200 penyandang disabilitas di seluruh Bali. (*)