Live Bersama Presiden Jokowi, 1.000 Siswa SMAN 5 Denpasar Ikuti Vaksinasi

    


Gubernur Bali Wayan Koster bersama Forkopimda Bali dan jajaran menghadiri 'Vaksinasi Pelajar dan Dari Rumah ke Rumah' secara live streaming bersama Presiden Joko Widodo, Rabu, 14 Juli 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – 1.000 siswa SMA Negeri 5 Denpasar mengikuti vaksinasi anak 12-17 tahun. Kegiatan vaksinasi di SMA Negeri 5 Denpasar itu terhubung secara virtual bersama presiden Joko Widodo.

‘Vaksinasi Pelajar dan Dari Rumah ke Rumah’ itu diikuti oleh perwakilan 14 provinsi yang masuk daerah episentrum pada 15 Kabupaten/Kota dan 32 titik. Total yang divaksin sebanyak 50 ribu orang. Terdiri dari 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA dan 20 ribu peserta vaksin door to door.

SMA Negeri 5 Denpasar terpilih mewakili Provinsi Bali. Sejumlah pejabat yang hadir diantaranya, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra dan Kajati Bali.

Dalam pesannya, Presiden Jokowi mengingatkan agar vaksinasi terhadap guru dan petugas sekolah juga dituntaskan.

“Pertama-tama saya mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anakku semua. Saya hanya ingin menyampaikan agar setelah semua anak-anak divaksinasi, minta tolong dicek agar guru, petugas-petugas sekolah agar jangan sampai ada yang terlewat,” kata Presiden Jokowi saat menyapa secara virtual anak-anak peserta vaksinasi, Rabu (14/7/2021).

Sementara, Kepala SMA Negeri 5 Denpasar
Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati menyatakan apresiasi dan menjadi kehormatan bagi sekolah yang dipimpinnya mewakili Pemprov Bali dalam pelaksanaan vaksinasi anak 12-17 tahun.

Pihaknya mendapatkan rekomendasi untuk memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kabinda kerjasama dengan Pemprov Bali melalui Dinas Pendidikan.

“Kami ditunjuk dan menjadi suatu kehormatan bagi kami,” kata Cok Mirah Kusuma Widiawati usai acara, Rabu, 14 Juli 2021.

Dengan vaksinasi anak 12-17 tahun tahap pertama itu, dirinya merasa yakin pembelajaran tatap muka lebih aman untuk dilakukan.

“Sebelumnya agak khawatir tapi sekarang anak-anak sudah divaksin, jadi kami merasa semakin aman, kalau nanti PTM dilakukan,” kata Kasek yang akrab disapa bu Cok ini. (Way)