Layanan Samsat Malam Dilaunching UPPD Kabupaten Purworejo

    


Pelayanan Samsat Malam setiap Sabtu malam Minggu di area Romansa Kuliner alun-alun Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Purworejo, secara resmi melaunching Samsat Malam, atau Sablu (Samsat Sabtu Ndalu). Launching dilakukan Minggu (24/2), bersamaan dengan kegiatan Millenial Road Safety Festival, di alun-alun Purworejo.

Dengan Samsat Malam yang selalu standby di area Romansa Kuliner, selatan alun-alun Purworejo setiap Sabtu Malam Minggu itu, para wajib pajak kendaraan bermotor bisa membayar pajak disitu, cukup dengan membawa KTP asli. Pembayaran pajak secara online ini, berlaku untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor se wilayah Jawa Tengah.

“Buka setiap Sabtu malam Minggu dari jam 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Ini sebagai bentuk pelayanan dari kami kepada masyarakat, untuk mempermudah mereka dalam membayar pajak,” jelas Ollyk Hendrarjanto, SH, Kepala UPPD Kabupaten Purworejo, Rabu (27/2).

Ollyk berharap, masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan Samsat Malam ini. Pelayanan yang diberikan, untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan. Bagi wajib pajak yang membayar lewat aplikasi Sakpole (Sistem Adiministrasi Kendaraan Pajak Online), bisa melakukan cetak/print notice pajak, dengan menunjukkan bukti pembayaran transfer.

Ollyk Hendrarjanto, SH, Kepala UPPD Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

Ollyk Hendrarjanto, SH, Kepala UPPD Kabupaten Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

Dijelaskan oleh Ollyk, Selain Samsat Malam, dari UPPD Kabupaten Purworejo sudah melakukan serangkaian terobosan untuk kemudahan dalam hal pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Ada Samsat Keliling, Samsat Cepat, Samsat Siaga (berada pas razia kendaraan bersama polisi), serta Samsat Paten (Kutoarjo, Pituruh, Bener), maupun Samsat CFD setiap Minggu pagi.

Lebih jauh Ollyk menjelaskan, realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Samsat Purworejo, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Untuk 2016, dari target Rp 50,765 milyar, terealisasi Rp 53,512 milyar, atau tercapai 105 %.

Tahun 2017, dari target Rp 58,405 milyar, terealisasi Rp 60,988 milyar, atau tercapai 104, 42 %. Tahun 2018, dari target Rp 65,199 milyar, terealisasi Rp 68,669 milyar, atau tercapai 105,32%. Dan dari target tahun 2019 sebesar Rp 69,508 milyar, sampai 31 Januari 2019 sudah terealisasi Rp 7,193 milyar, atau 10,35 % dari target.

“Dengan terobosan yang inovatif ini, harapannya masyarakat bisa sadar untuk membayar pajak. Karena membayar pajak itu mudah, murah dan cepat,” pungkas Ollyk. (Jon)