Lagi, Nelayan Temukan 2 Korban di Perairan Selat Tanjung Anjir, Banyuwangi

oleh
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno (kanan) memberikan keterangan bersama Panglima Koarmada 2 Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya pada pencarian hari ketujuh tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Selasa, 8 Juli 2025 - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Korban ke-39 dan ke-40 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Selat Tanjung Anjir, Sembulungan, Muncar, Banyuwangi, Selasa, 8 Juli 2025 dini hari.

Temuan itu menambah jumlah korban meninggal dunia dari 8 menjadi 10 orang hingga pencarian hari ketujuh pada Selasa (8/7/2025).

Sedangkan jumlah penumpang selamat KMP TNU Pratama Jaya sebanyak 30 orang.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno di Ketapang, Banyuwangi, menjelaskan, korban ke-39 ditemukan oleh nelayan pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 01.24 WIB.

“Korban ke-40 ditemukan pukul 06.28 WIB pada hari yang sama di lokasi perairan yang sama dengan korban ke-39,” kata Eko.

Saat ini kedua jenazah masih dalam proses identifikasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kami berharap, temuan korban ini segera disampaikan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu, merekalah yang pertama kali dikasih tahu,” kata Eko.

“Jangan sampai mereka tahu dari berita atau informasi lain yang ada,” tambahnya.

Dikatakan, pencarian KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali makin mengerucut di sektor selatan.

Eko mengatakan, ada temuan titik baru dari last known position kapal tenggelam. Namun, pihaknya belum akan menginformasikan sebelum mendapatkan pencitraan secara tiga dimensi.

“Kami akan tetap fokus melakukan pencarian di sektor selatan radius 25-30 nautikal miles dari lokasi kapal kecelakaan,” jelas Eko. (Way)

No More Posts Available.

No more pages to load.