KORANJURI.COM – Cuaca buruk yang menerjang Bali sejak Minggu (14/12/2025) memicu serangkaian musibah bencana.
Tiupan angin kencang pada Senin (15/12/2025) juga menyebabkan jukung terbalik dihantam ombak di perairan Nusa Dua.
Kecelakaan itu menyebabkan 5 penumpang terombang-ambing di tengah laut. Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memperkirakan waktu kejadian sekitar pukul 18.00 WITA.
“Infonya kami terima 30 menit setelah kejadian yang meminta pertolongan segera,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya, Selasa, 16 Desember 2025.
Kantor SAR Denpasar mengerahkan lima orang petugas menuju pelabuhan Benoa. Proses evakuasi sangat berisiko, di tengah kondisi hujan deras dan angin kencang. Gelombang laut cukup tinggi.
“Tapi terpaksa dilakukan dalam kondisi menantang bahaya, demi memperjuangkan peluang korban bisa ditemukan selamat,” kata Nyoman Sidakarya.
Pada pukul 19.30 WITA, dua orang di dalam jukung berhasil ditolong nelayan dan sandar di di Pantai Samuh, Nusa Dua. Keduanya dalam kondisi selamat.
Kemudian, pukul 20.15 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 korban lainnya dalam keadaan selamat dan dibawa ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa.
Seluruh korban selamat masing-masing, I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50) dan Agung Adi atau Jelih (28).
BMKG memberikan peringatan agar masyarakat menghindari aktivitas di lautan, karena adanya bibit siklon 93 S. Mondisi itu berdampak pada cuaca buruk. Termasuk, di seputaran wilayah Bali dan lautan sekitarnya.
“Hindari aktivitas di perairan, gunung ataupun alam terbuka lainnya, diperkirakan cuaca buruk ini akan berlangsung hingga bulan Januari,” kata Nyoman Sidakarya. (Way)





