KJRI LA Gunakan Mesin Aplikasi untuk WNI Urus Paspor-Visa, Sosok ini Penemunya

    


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, saat melakukan kunjungan kerja ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Los Angeles, Amerika Serikat - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Immigration Online Service System (IOSS) mulai digunakan untuk mengurus paspor dan visa. WNI yang tinggal di Amerika Serikat atau di Los Angeles dan sekitarnya bisa menggunakan sistem itu.

“Tidak perlu datang jauh-jauh atau pagi-pagi untuk mendapatkan antrian pelayanan paspor dan visa,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, saat melakukan kunjungan kerja ke KJRI LA.

Mesin aplikasi itu diciptakan oleh staf teknis Imigrasi KJRI LA Sigit Setyawan. Seperti pada online single submission (OSS) atau sistem perjinan berbasis online, IOSS juga memberikan kemudahan pendaftaran paspor dan visa berbasis online.

Tepatnya, IOSS merupakan aplikasi sistem janji temu yang sederhana namun dapat menjadi jawaban atas keluhan masyarakat maupun dari internal petugas imigrasi.

“Data pendaftaran janji temu pada sistem IOSS secara otomatis tersimpan digital. Para pemohon paspor dan visa akan mendapatkan informasi kapan harus datang ke KJRI LA,” jelas Sigit.

Dengan aplikasi janji temu itu, sangat membantu petugas maupun pemohon pelayanan paspor dan visa. Selain itu, tidak terjadi penumpukan di kantor pelayanan dan suasana KJRI LA tetap kondusif dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sigit mengatakan, aplikasi IOSS juga dapat digunakan dalam rangka proses pendaftaran WNI untuk tahun 2024.

“Data yang diisi dalam aplikasi IOSS secara otomatis tersimpan digital dalam database, sehingga data alamat, nomor telepon, dan email tersimpan akurat,” terang Sigit.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award kepada Sigit Setyawan. (Bob)