KORANJURI.COM – Bagi sosok I Made Sukanaya, bisnis menjadi jembatan untuk berbuat kebaikan. Sepanjang perjalanan karirnya sebagai pengusaha, Made Sukanaya fokus pada tiga lini bisnis yakni, kuliner, properti dan entertainment.
Dia mendirikan perusahaan yang bernama Ahimsa Prosperity. Bendera bisnis itu kemudian menjadi grup yang membawahi setidaknya lima bidang usaha yang berkembang pesat.
Sukanaya mengatakan, usaha yang dibangunnya bukan profit oriented semata. Namun, keuntungan yang didapat secara rutin disalurkan untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita seperti anak-anak yatim piatu, disabilitas atau orang-orang yang belum beruntung dalam kehidupannya, itu yang rutin kita bantu,” jelas Made Sukanaya di Jimbaran, Badung, Minggu, 18 Januari 2026.
Bisnis yang dikelola dan telah berjalan di antaranya, Resto 35° (degree) di Jimbaran, Vitamin Sea Bar, Warung Empek-empek Cinta, Babi Guling, Car Wash dan Warung Meating.
Satu lagi restoran berkapasitas jumbo yang baru dibangun adalah The Luvin Resto. Diproyeksikan resto tersebut mampu menampung 300-400 pack.
Brand Ahimsa Prosperity, menjadi penegasan atas kesadaran untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Menurutnya, Ahimsa merupakan konsep Sansekerta yang menjadi titik tolak bergerak dalam diam namun berdampak terhadap orang lain.
“Tanpa kekerasan, tanpa menyakiti tapi memberikan manfaat kepada banyak orang,” ujarnya.
Dirinya meyakini, usaha yang dilandasi dengan dharma tidak bisa dihalangi oleh manusia. Kebahagiaan yang dirasakan orang lain akan kembali lagi ke diri sendiri.
“Rejeki akan datang kalau kita sudah punya niatan mulia,” ujarnya.
Dorongan untuk selalu berbagi itu membawanya mengadopsi anak disabilitas dengan halangan pendengaran. Bersama istri, Made Sukanaya merawat anak bernama Tasya itu meraih kesuksesan di bidang modeling.
Tasya, menjadi satu-satunya model cilik disabilitas asal Bali yang mewakili Indonesia di panggung ASEAN Fashion Festival 2025.
“Astungkara Tasya sekarang sudah menjadi the first model di Indonesia, dan uniknya Tasya lahir di tanggal 28 September yang bertepatan dengan Hari Tuna Rungu Dunia,” kata Made Sukanaya. (Way)





