Kepolisian Ubud Pantau Gerakan Aliran Hare Krishna

    


Kapolsek Ubud, AKP I Gede Sudyatmaja - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polsek Ubud intensif melakukan pemantauan aktifitas komunitas tradisi Hare Krishna. Gerakan yang lahir di New York itu banyak mendapat tentangan.

Tak terkecuali di Bali. Sebelumnya, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar bersama Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar membuat himbauan terkait aliran Hare Krishna tersebut.

“Di wilayah Ubud sampai saat ini kita masih monitor perkembangannya. Sampai saat ini masih kondusif, khususnya di wilayah Junjungan Ubud yang sebelumnya ada asramanya,” jelas Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudayatmaja, Minggu (9/8/2020).

Gede Sudayatmaja mengatakan, ashram atau asrama Hare Krishna saat ibu masih ditutup. Namun, pihaknya tidak mengetahui alasan penutupan ashram itu.

“Sampai saat ini (ashram) masih tutup. Masyarakat yang bergabung pun tidak menunjukan sikap yang ingin diakui. Yang jelas sampai saat ini masih landai,” katanya.

Kepolisian sampai saat ini belum mensinyalir adanya keresahan masyarakat terkait aktifitas Hare Krishna. (ning)