Kemenparekraf Buka Kembali Destinasi Berbasis Event, Syaratnya Tetap Prokes

    


Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu di Musium Lontar Dukuh Penaban - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk memulihkan perekonomian di masa pandemi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengijinkan masyarakat menggelar event apapun. Dengan catatan, jumlah peserta terbatas dan tetap taat prokes.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu menyatakan, Bali tetap harus tetap terjaga steril di tengah kembalinya aktifitas event.

“Karena di depan mata kita itu G20, ada world tourism day, kita pastikan Bali ini harus betul-betul steril, Bali betul-betul sehat,” kata Vinsensius di Karangasem, Bali, Selasa, 22 Februari 2022.

Vinsensius menekankan, dalam pengembangan destinasi berbasis event, Kemenparekraf juga akan meluncurkan Karisma Event Nusantara (KEN). Program KEN itu mengakomodir event-event dari tingkat Kabupaten dan provinsi dengan jumlah terbatas.

“Terus kita akan kurasi mana event-event yang layak untuk disupport,” ujarnya.

Vinsensius menambahkan, destinasi berbasis mulai digerakkan kembali didasarkan pada rencana pemerintah yang akan mengurangi masa karantina menjadi 3 hari mulai bulan Maret.

“Nanti mungkin April no quarantine, ini bagian dari upaya pemerintah untuk segera memulihkan karena sebentar lagi kita akan masuk ke endemi,” jelas Vinsensius. (Way)