Jaringan Internet di Bali Akan Dinonaktifkan Selama 24 Jam Saat Nyepi

oleh
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Jaringan internet akan dimatikan sementara pada saat pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali pada Senin, 11 Maret 2024.

Jaringan internet yang akan diputus sementara koneksinya mencakup layanan data seluler dan internet protocol television (IPTV).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan, kebijakan ini rutin diterapkan setiap pelaksanaan hari raya Nyepi di Bali.

“Ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi agar berjalan kondusif, aman dan nyaman,” kata Gede Pramana, Jumat, 8 Maret 2024.

Keputusan itu merupakan turunan dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang imbauan untuk melaksanakan seruan bersama tentang pelaksanaan rangkaian hari raya suci Nyepi tahun baru caka 1946 Provinsi Bali Tahun 2024 tanggal 5 Maret 2024.

Serta, seruan bersama majelis-majelis agama dan lembaga sosial keagamaan Provinsi Bali Tahun 2024 tentang pelaksanaan rangkaian yari raya suci Nyepi tahun caka 1946 tanggal 2 Februari 2024.

Penonaktifan layanan data seluler dan IPTV ini akan dimulai pada Senin pagi hingga keesokan harinya.

“Penyedia atau provider jasa seluler akan mematikan data seluler, IPTV dan seluruh penyedia jasa televisi,” kata Gede Pramana.

Media massa seperti radio juga tidak mendistribusikan siaran mulai hari Senin, 11 Maret 2024 pukul 06.00 WITA hingga Selasa, 12 Maret 2024 pukul 06.00 WITA.

Disisi lain, layanan pada objek vital seperti layanan rumah sakit, kantor kepolisian, militer, BMKG, BPBD, BASARNAS, bandara, pemadam kebakaran serta layanan kepentingan umum lainnya tetap beroperasi.

Sementara, terkait layanan telepon, SMS dan fiber optik tetap dapat digunakan selama hari raya Nyepi.

“Ini untuk memudahkan masyarakat jika pada saat hari raya Nyepi memerlukan layanan khususnya yang bersifat emergensi. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menangkal hoaks dan konten negatif,” jelasnya. (Way)