Idul Adha, SMK TKM Purworejo Bagikan 12 Ekor Kambing Qurban

    


Kepala SMK TKM Purworejo Ki Gandung Ngadina, S.Pd, M.Pd, saat menyerahkan hewan kambing qurban untuk masyarakat/lingkungan sekolah - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puncak peringatan Hari Raya Idhul Adha 1443 H di SMK TKM Purworejo, ditandai dengan penyembelihan satu ekor sapi qurban, Minggu (10/07/2022) di kampus setempat. Daging dari hewan qurban ini, dibagikan kepada lingkungan sekitar dan internal sekolah.

Selain itu, di Hari Raya Idhul Adha tahun 2022 ini, SMK TKM Purworejo juga berhasil mengumpulkan 12 ekor kambing qurban, yang didistribusikan ke sejumlah tempat.

Menurut Kepala SMK TKM Purworejo Ki Gandung Ngadina, S.Pd, M.Pd, hewan kambing qurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat berupa hewan masih hidup.

“12 ekor kambing qurban tersebut, 4 ekor kambing diserahkan lingkungan sekolah, yakni, Panti Asuhan Muhammadiyah, mushola Al Kautsar, mushola di jalan Buntu dan mushola Al Fatonah,” jelas Ki Gandung, Minggu (10/07/2022)

Enam ekor kambing didistribusikan kepada pondok pesantren di Kalijambe, Bener, SMPN 25 Purworejo, MTs N Loano, masjid di daerah Semawung, Purworejo, Desa Wonoroto, Ngombol dan Desa Tambakrejo, Purworejo.

Dua ekor kambing lainnya, kata Ki Gandung, diserahkan ke Taman Siswa Mangunan, Imogiri, Bantul dan Taman Siswa Trasih, Gunungkidul.

Menurut Ki Gandung, dengan pembagian 12 ekor kambing qurban dan penyembelihan satu sapi qurban tersebut menjadi dasar untuk meletakkan pendidikan karakter kepada siswa, serta sebagai wujud syukur keluarga besar Taman Siswa, khususnya SMK TKM Purworejo kepada Tuhan YME.

‘Kita meletakkan pendidikan karakter, dalam hal ini apa yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta ibunya Siti Hajar, yakni, ketaqwaan kepada Tuhan YME serta keihklasan dan patuhnya seorang anak kepada orangtua,” ujar Ki Gandung.

Dalam sejarah diceritakan, Nabi Ibrahim bermimpi supaya menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Padahal Nabi Ibrahim sudah lama tidak mempunyai anak, sehingga beliau sangat menyayangi Ismail.

“Namun karena ketaqwaannya kepada Tuhan YME, akhirnya perintah tersebut dilaksanakan, dan Ismail pun bersedia, karena patuh terhadap orangtuanya,” kata Ki Gandung. (Jon)