Ekonomi Nasional Jeblok Jadi Musabab Wisdom ke Bali Anjlok

oleh
Wisatawan asing didampingi pemandu wisata - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali sepenuhnya belum pulih dalam periode tahun 2019-2024. Namun, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali di tahun 2024, jumlahnya lebih tinggi dibandingkan tahun 2019.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, jumlah kunjungan wisman ke Bali tahun ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum tahun 2019 atau masa pra pandemi covid-19.

“Jadi kondisi sekarang jauh lebih baik dari kondisi sebelum covid, malah,” kata Koster dalam pidato perdana pada sidang Paripurna Ke-9 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (4/3/2025).

Menurutnya, kondisi itu berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik dalam periode yang sama.

Pada tahun 2019, kunjungan wisatawan lokal Indonesia sebanyak 10,5 juta orang. Sedangkan, tahun 2024 anjlok menjadi 9,6 juta orang.

“Yang wisatawan domestik belum pulih, usut punya usut, ternyata memang ekonomi nasional belum pulih betul dan juga tiket penerbangan ke Bali cukup tinggi, sehingga kurang memungkinkan masyarakat lokal Indonesia untuk terbang ke Bali,” kata Koster.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan, harga tiket pesawat berpengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan domestik ke Bali.

Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh dengan tingkat kunjungan wisatawan domestik ke Bali.

“Tapi menjelang libur Idul Fitri ini kami berharap tingkat kunjungan wisdom akan naik. Apalagi pemerintah pusat mengambil kebijakan akan menurunkan tiket pesawat. Kami sangat lega mendengar itu,” kata Tjok Bagus Pemayun.

Ia memperkirakan kunjungan wisdom ke Bali pada masa libur Idul Fitri, 10% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan itu, kata Tjok Bagus, biasanya sudah mulai terlihat pada H-7 Idul Fitri.

“Tingkat okupansi hotel kami perkirakan terisi 60-70 persen,” jelas Tjok Bagus Pemayun. (Way)