Dukung PJJ, SMK TKM Purworejo Bantu Kuota Internet Siswa

    


Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd saat melakukan sosialisasi Biaya Berguru di SMK TKM Purworejo Tahun Pelajaran 2020/2021, Senin (27/07/2020) - foto: Sujono /Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK TKM Purworejo, mendukung pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang dilaksanakan di sekolah selama Pandemi Covid-19. Sebagai bentuk dukungan itu, dari pihak sekolah membantu kuota data (internet) bagi siswa, sebesar Rp 50 ribu per siswa.

Hal itu diungkapkan Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, Senin (27/07/2020), pada kegiatan Sosialisasi Biaya Berguru di SMK TKM Purworejo Tahun Pelajaran 2020/2021, yang dihadiri para orangtua siswa di aula setempat.

“Adanya PJJ ini, berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah no: 443.2/07337 tanggal 13 Juli 2020, yang mengatur tentang pelaksanaan MPLS dan pembelajaran jarak jauh,” jelas Gandung.

Untuk mendukung pelaksanaan PJJ, kata Gandung, semua siswanya sudah memiliki HP Android. Dan bantuan kuota internet, diambil dari dana BOS.

“Pemberian bantuan pulsa gratis ini diberikan dengan cara mengirimnya ke masing-masing nomer siswa. Dan selama masa Pandemi Covid-19, dari sekolah sudah memberikan 4 kali bantuan,” kata Gandung.

Di SMK TKM Purworejo sendiri, ujar Gandung, ada 1.051 siswa, dari kelas X hingga kelas XII, yang terbagi dalam 10 kelas, dan empat kompetensi keahlian, yakni, TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik), TP (Teknik Pemesinan), TMI (Teknik Mekanik Industri), dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan).

Dan pada penerimaan siswa baru (PPDB) tahun 2020 ini, ada 531 pendaftar yang mendaftarkan ke SMK TKM Purworejo. Namun sekolah hanya menerima 360 siswa, yang diseleksi dengan wawancara.

Dijelaskan pula, bahwa Kemendikbud telah menetapkan tanggal 13 Juli 2020 sebagai awal tahun pelajaran, dan proses pelajaran dilakukan secara daring. Guna mencegah penularan, pelajaran jarak jauh diperpanjang sampai 30 juli 2020.

“Nantinya akan dilakukan evaluasi apakah akan dilanjutkan daring atau tidak. Adapun materi yang diberikan tidak boleh materi yang memberatkan siswa,” kata Ki Gandung.

Meski begitu, pelaksanaan praktek jurusan kompetensi keahlian, pihak sekolah tetap melaksanakan pelajaran praktek, secara blok dan diatur sesuai protokol kesehatan.

“Semua jurusan di sekolah ini telah terakreditasi A. Dan disini, segala sesuatunya terbuka, transparan dan tertib. Tertib disini, tertib administrasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan program sekolah yang didukung orangtua siswa,” pungkas Gandung. (Jon)