Dugaan Praktik Curang Elpiji Oplosan di Denbar, Polisi Janji Telusuri Lokasi

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dugaan praktik elpiji oplosan terjadi Gang Giri Agung, Jalan Kebo Iwa, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, Selasa 10 Maret 2020. Modus yang digunakan yakni memindah isi gas elpiji ukuran 3 kg, ke dalam tabung 12 kg dan 50 kg. Seperti diketahui, pemerintah masih memberikan subsidi untuk tabung 3 kg.

Dari pantauan di lapangan, 2 orang pekerja terlihat sibuk menyuntikkan tabung 3 Kg ke dalam kemasan 12 Kg dan 50 Kg. Satu unit mobil pick up berwarna putih terlihat di lokasi yang dipergunakan untuk mengangkut tabung-tabung gas oplosan tersebut.

Menurut salah satu pekerja di lokasi, kegiatan yang disebut dengan istilah ngejos ini dikelola oleh seorang berinisial MW. Namun saat ditanyakan, MW tidak ada di tempat.

“Bos sedang ada di rumah. Sekitar jam 4 atau 5 sore baru ke sini,” ungkap AG salah satu pekerja di lokasi, Selasa (10/3/2020).

AG menuturkan, dugaan praktik curang itu sudah berjalan empat bulan di lokasi yang saat ini digunakan. Sebelumnya, pemilik menyewa tempat di daerah Karya Makmur di jalan Cargo, Denpasar.

Menurut pengakuan AG kepada wartawan, elpiji kemasan 3 Kg tersebut mereka dapat dari pangkalan milik salah satu agen berinisial Mym. Setelah jadi, tabung-tabung gas 12 dan 50 Kg itu diedarkan ke sejumlah tempat, seperti warung, restauran bahkan masuk hotel.

Dikonfirmasi terpisah, Wakasat Reskrim Polresta Denpasar AKP Nyoman Darsana, mengaku belum mendapat informasi terkait kasus dugaan pengoplosan elpiji tersebut.

Pihaknya berjanji akan menyelidiki temuan tersebut ke lokasi.

“Saya akan perintahkan anggota ke lokasi. Kami akan selidiki informasi itu dulu,” ujar perwira polisi asal Buleleng itu. (*)