KORANJURI.COM – Konektivitas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen kini tengah bersolek besar-besaran.
Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah, melalui PPK 2.5, sedang mengebut paket proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jalan dengan total anggaran fantastis mencapai Rp158 Miliar. Proyek strategis dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears) ini dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Adi Kencana asal Kebumen.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.5 dari Satker PJN Wilayah II Jateng, Suwarno, S.T., mengungkapkan bahwa untuk wilayah Purworejo, pengerjaan proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.
Dengan wilayah kerja PPK 2.5 membentang luas, mulai dari Karangnongko di perbatasan DIY-Purworejo hingga batas Kebumen-Banyumas, pengerjaan jalan ini dilakukan secara masif dan terstruktur guna memastikan kualitas aspal dan beton berada dalam kondisi prima.
“Secara keseluruhan, proyek rehabilitasi jalan ini dibagi menjadi 11 segmen pengerjaan yang tersebar di wilayah Purworejo hingga Kebumen,” ujar Suwarno, Rabu (17/06/2026).
Kesebelas segmen ini, rinciannya: Segmen 1 wilayah Krendetan sampai Bagelen, Segmen 2 area Pendowo sepanjang kurang lebih 300 meter, Segmen 3 area depan kantor PPK 2.5 di wilayah Popongan ( Banyuurip), Segmen 4 jalur lingkar selatan Purworejo, Segmen 5 dan 6 berada di wilayah Kecamatan Bayan, Segmen 7
di daerah Prembun sepanjang 2 km (telah rampung menggunakan konstruksi beton/rigid pavement), Segmen 8 wilayah Sruweng sepanjang 3 km (saat ini sedang dalam proses pengerjaan/ on going).
“Untuk Segmen 9, 10 dan 11 membentang dari area Wero, Gombong, hingga barat Rumah Sakit Purbowangi. Untuk segmen 11 RS Purbowangi ke barat sudah selesai, dan lanjut segmen 10,” ungkap Suwarno.
Selain pembagian segmen di atas, perhatian khusus juga diarahkan pada jalur lingkar selatan Purworejo. Mulai minggu depan, direncanakan akan ada rehabilitasi mayor sepanjang 1,2 kilometer.
Pengerjaan aspal ini akan dilakukan secara bertahap (satu lapis terlebih dahulu), membentang dari area Rumah Sakit ke arah timur hingga Bosko, serta satu titik di arah barat.
Saat ini, menurut Suwarno, tim di lapangan sedang melakukan pengukuran akhir dan persiapan material aspal. Kabar baiknya, proyek Jembatan Karanganyar yang masuk dalam paket SBSN kini telah selesai 100 persen.
“Proses pembongkaran dan pembangunan kembali jembatan ini terhitung sangat cepat, yakni hanya memakan waktu sekitar 24 hari,” terang Suwarno.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik. Saat ini dari PPK 2.5 juga tengah menjalankan program Padat Karya yang melibatkan masyarakat sekitar jalan dengan kegiatan pekerjaan pemeliharaan rutin.
Pekerjaan ini dibagi ke dalam beberapa grup wilayah, meliputi grup Purworejo, grup Kutoarjo ke arah barat, hingga grup wilayah Kebumen. Fokus utamanya adalah pembersihan bahu jalan, perbaikan sistem drainase, dan pembersihan area sekitar jembatan agar aliran air lancar saat musim hujan.
Selama ini, kondisi jalan nasional di area Purworejo memiliki lebar standar 7 meter. Lebar tersebut kerap kali memicu ketersendatan, terutama ketika kendaraan kecil kesulitan untuk menyalip kendaraan berat yang melaju lambat.
Melalui proyek rekonstruksi dan pelebaran jalan ini, khususnya di area Krendetan, diharapkan mampu memberikan wajah kota yang lebih rapi, segar, dan modern. Dampak positifnya, sektor UMKM di sepanjang jalur tersebut diproyeksikan akan ikut tumbuh subur.
“Lebih dari itu, jika seluruh segmen proyek ini rampung, waktu tempuh kendaraan dari arah Kutoarjo menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) maupun sebaliknya dipastikan akan menjadi jauh lebih cepat, aman, dan nyaman,” pungkas Suwarno. (Jon)
