Bupati Purworejo Melantik 10 Pejabat Eselon 2, Ini Daftarnya

    


10 pejabat eselon dua yang dilantik, berfoto bersama Bupati Purworejo Agus Bastian dan Wabup Yuli Hastuti, Selasa (07/09/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 10 pejabat eselon dua (Jabatan Pimpinan Tinggi), di lingkungan Pemkab Purworejo, dilantik oleh Bupati Purworejo RH Agus Bastian, SE, MM, Selasa (07/09/2021).

Pelantikan yang berlangsung di ruang Arahiwang Setda itu, dihadiri Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, Sekda Drs Said Romadhon, para Asisten Sekda dan pejabat terkait lainnya.

Para pejabat yang dilantik ini, Drs Bambang Susilo yang sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM menjadi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Dra Woro Widyawati yang sebelumnya menjabat Kepala BPPKAD menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan.

Drs Sutrisno, Msi yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD dirotasi menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Dra Eni Sudiyati, MM yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan dirotasi menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dr Kuswantoro, MKes yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial KBPPPA dirotasi menjadi Direktur RSUD Tjitrowardojo.

Agung Wibowo, AP MM yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dirotasi menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Ari Setiadi, SSos yang sebelumnya sebagai Kepala Dinpermasdes dilantik menjadi Kepala BPPKAD, Gathot Suprapto, SH yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dirotasi menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Drs Heri Raharjo, Msi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkimtan dirotasi menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Budi Wibowo, SSos, Msi yang sebelumnya Kepala Satpol PP Damkar dirotasi menjadi Kepala BPBD Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan, meskipun hanya mutasi vertikal, rotasi tersebut dapat untuk penyegaran agar tidak jenuh berada di posisi yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Sebenarnya kita ingin mengisi semua Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) utamanya jabatan Kepala Perangkat Daerah yang kosong, namun karena untuk melakukan promosi ke JPT harus melalui seleksi terbuka, maka terpaksa pelantikan kali ini hanya mutasi vertikal dan masih menyisakan Kepala Perangkat Daerah yang kosong,” ungkap Bupati.

Diijelaskan bahwa rotasi jabatan penting dilakukan dalam sebuah organisasi. Hal ini dikarenakan bahwa dalam perjalanan suatu organisasi dibutuhkan sesuatu yang senantiasa dinamis sesuai kebutuhan yang ada dan senantiasa berjalan mengikuti perkembangan.

“Untuk mewujudkannya, maka hal mendasar yang penting dimiliki oleh seseorang yang menduduki jabatan adalah niat yang tulus untuk mengabdi. Niatkan segalanya sebagai ibadah, karena kalau diniati ibadah Insya Allah akan terasa ikhlas,” pesan Bupati. (Jon)