BTID Gandeng UMKM Lokal Serangan Siapkan Takjil Ramadan untuk Warga Kampung Bugis

oleh
Kegiatan buka bersama warga Bugis di Kampung Serangan selama Ramadan - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Menghidupkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan, PT Bali Turtle Island Development (BTID) mendukung kepedulian sosial melalui buka puasa bersama untuk warga Kampung Bugis di Desa Serangan.

Kegiatan berlangsung di Masjid As-Syuhada, ikon bersejarah yang menjadi saksi perkembangan syiar Islam di Pulau Serangan.

Kampung Bugis merupakan permukiman muslim bersejarah yang didirikan nelayan BugisMakassar pada abad ke-17. Masjid As-Syuhada melambangkan kerukunan antarumat beragama di Bali.

Di situ, warga Muslim dan Hindu hidup berdampingan secara harmonis sejak berabad-abad silam. Kedua umat beragama tersebut kerap menunjukkan sikap toleransi terutama, saat acarakeagamaan atau ketika ada aktifitas sosial yang dilakukan bersama.

Keunikan lain dari masjid ini adalah keberadaan Al-Qur’an kuno yang diperkirakan berusia sekitar 200 tahun. Lembarannya tersebut terbuat dari daun dan dilapisi penutup dari kulit sapi.

Menariknya, naskah ini merupakan manuskrip tulisan tangan abad ke-17 yang diyakini dibawa dari Arab Saudi oleh tokoh Islam Bugis, menjadi jejak sejarah perjalanan dakwah dan pertemuan budaya pada masanya.

Tahun ini, BTID menyiapkan takjil untuk jemaah Masjid As-Syuhada selama bulan Ramadan.

Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan Muhammad Amir mengatakan, dukungan BTID kepada warga Kampung Bugis Serangan, bukan hanya saat Ramadan saja.

“Kami banyak disupport oleh BTID, seperti saat Idul Adha maupun peringatan hari besar umat Islam lainnya,” kata Muhammad Amir, Selasa, 10 Maret 2026.

Selama bulan Ramadan, masjid menyiapkan sekitar 75 paket takjil setiap hari. Seluruhnya diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) warga Kampung Bugis Desa
Serangan.

Kegiatan berbuka puasa tidak hanya menjadi ajang berbagi, tapi juga membantu menggerakkan dan menghidupkan ekonomi lokal.

“Takjil yang disiapkan berasal dari UMKM warga Kampung Bugis.Dampaknya sangat positif, bahkan warga yang dulunya belum memiliki usaha, sekarang mendaftarkan diri ke UMKM. Ini perkembangan yang luar biasa,” lanjut Amir.

Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy menambahkan, dukungan yang diberikan sebagai upaya menjaga antara BTID dan warga di Pulau Serangan, yang di dalamnya terdapat Kampung Bugis.

“Dukungan ini merupakan salah satu bentuk silaturahmi rutin kami dengan warga di Desa Serangan. Kami senang terus menjadi bagian dari tradisi di Masjid As-Syuhada, terutama karena kegiatan ini melibatkan UMKM lokal,” kata Zefri.

Dirinya berharap, sinergi itu terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui dukungan rutin ini, BTID berkomitmen terus tumbuh berdampingan terutama dalam menjaga harmoni dan warisan budaya di Pulau Serangan. (*/Way)