BKK SMK N 3 Purworejo Monitoring ke Malaysia

    


Monitoring BKK SMK N 3 Purworejo bersama PT Karya Tama Sejati, di Malaysia - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – BKK (Bursa Kerja Khusus) ‘Daya Mandiri’ SMK N 3 Purworejo, melakukan monitoring ke Malaysia, dengan fasilitas dari PT Karya Tama Sejati, sebuah Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta, yang selama ini menjalin MoU dengan SMK N 3 Purworejo.

Monitoring dilakukan selama 7 hari, dari Rabu (4/7) hingga Selasa (10/7). Selain dari SMK N 3, monitoring juga dilakukan oleh BKK sekolah lain yang juga menjalin MoU dengan PT Karya Tama Sejati.

“Monitoring dilakukan untuk mengetahui secara langsung, bagaimana situasi dan kondisi para alumni SMK N 3 yang bekerja di Malaysia, dengan fasilitas dari PT Karya Tama Sejati,” ungkap Faisal, Selasa (17/7).

Selama ini, ujar Faisal, dari pihak BKK hanya mengetahui tentang situasi dan kondisi dunia kerja jaringan PT Karya Tama Sejati di Malaysia melalui visual. Untuk membuktikan secara langsung hal itu, mereka diberi kesempatan melakukan kunjungan langsung ke lapangan.

Dan hasilnya, menurut Faisal, dari wawancara dengan para alumni, mereka mengaku sangat betah, nyaman dan kerasan, karena fasilitas yang diberikan perusahaan, dari tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya, sangatlah memadai.

“Kuncinya betah dan kerasan. Karena semua fasilitas diberikan perusahaan. Dari proses awal masuk, semuanya gratis ditanggung perusahaan,” ujar Faisal, yang didampingi Taro Simbolon, perwakilan PT Karya Tama Sejati di Purworejo.

Menurut Faisal, selama menjalin MoU dengan PT Karya Tama Sejati, sudah ada sekitar 100 alumni SMK N 3 Purworejo yang menjadi TKW di Malaysia. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan elektronik jaringan PT Karya Tama Sejati.

“Sudah banyak yang sukses. Mereka bisa memperbaiki perekonomian keluarga, bisa beli tanah, bangun rumah. Mereka sangat terbantu dengan adanya MoU ini,” kata Faisal.

Menurut Taro Simbolon, perusahaannya memang menjalin MoU dengan banyak sekolah di Jateng, untuk penyaluran tenaga kerja di Malaysia. Di semua kabupaten di Jateng, PT Karya Tama Sejati memiliki kantor cabang.

“Kita memiliki jaringan 50 perusahaan elektronik di Malaysia. Mereka memberi kepercayaan pada kami dalam perekrutan tenaga kerja,” ujar Taro.

Banyaknya jaringan perusahaan yang menjadi relasi, jelas Taro, menjadikan hampir setiap bulan selalu ada lowongan untuk bekerja di perusahaan elektronik di Malaysia. Selama membuka perwakilan di Purworejo, PT Karya Tama Sejati sudah memberangkatkan sekitar 500 TKW.

Menurut Taro, semua pembiayaan para calon TKW, ditanggung perusahaan, dari medical check up, pasport, visa, dan tiket. Fasilitas yang diberikan selama bekerja, gaji, asuransi, dan asrama (apartemen).

” Kontrak kerja 2 tahun, setelah selesai dapat sertifikat, dan bisa diperpanjang. Gaji pokok perbulan sekitar 1000 Ringgit (Rp 3,5 juta). Jika ditambah lembur dan lainnya, perbulan bisa mencapai Rp 5 – 7 juta,” jelas Taro, yang memiliki kantor pusat di Medan ini.

Dari penjelasan Taro, syarat untuk bisa menjadi tenaga kerja di Malaysia dengan fasilitas perusahaannya, memiliki E-KTP, KK, Ijazah, akte, ijin orang tua atau suami jika sudah berkeluarga, umur minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun, lulusan SMP atau SLTA.

Untuk penempatannya, terang Taro, di perusahaan-perusahaan elektronik di Malaysia Barat, Johor, Kuala lumpur, Penang, Malaka, dan Ipoh Perak. Perusahaan yang menjadi jaringannya, antara lain, Unisem (Ipoh Perak), VS Industri (Johor), Epson ( Kuala lumpur), serta Lumileds Plaxus dan OSRAM (Penang).

Selama monitoring, kata Taro, perusahaan-perusahaan tersebut yang menjadi tujuannya. Dan selama monitoring, mereka mendapat kehormatan, diundang Konsulat Jenderal RI di Johor, dalam acara Annual Dinner, yang juga diikuti ribuan TKI di Malaysia.

“Jaringan perusahaan kita, anggota perserikatan perusahaan elektronik Asia Eropa. Standar kerjanya internasional, dengan hari kerja perminggunya 4 – 5 hari, dan 12 jam perhari,” pungkas Taro. (Jon)