Bebas Dari Covid-19, SMPN 33 Purworejo Gelar Tasyakuran

    


Pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Kepala SMP N 33 Purworejo, Dr Nikmatur Rohmah, MPd, dan diserahkan kepada Bambang Sukmono Hadi, Kasi PTK dari Dindikpora Kabupaten Purworejo, mewakili kepala dinas, Selasa (06/10/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Keluarga besar SMPN 33 Purworejo, Selasa (06/10/2020), menggelar acara tasyakuran di aula setempat. Tasyakuran dilaksanakan, sebagai wujud syukur, karena sekolah ini bebas dari Covid-19.

Hal ini ditandai dengan pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Kepala SMP N 33 Purworejo, Dr Nikmatur Rohmah, MPd, dan diserahkan kepada Bambang Sukmono Hadi,
Kasi PTK dari Dindikpora Kabupaten Purworejo, mewakili kepala dinas.

Acara yang dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan ini, dihadiri seluruh guru dan karyawan SMP N 33 Purworejo, beberapa kolega kepala SMP negeri dan swasta, serta segenap tamu undangan.

“Tasyakuran ini kita laksanakan, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, kalau keluarga besar SMP N 33 Purworejo bebas dari Covid-19,” ujar Nikmatur Rohmah, di sela-sela kegiatan.

Hal itu, menurut Nikmatur Rohmah, setelah hasil tes swab 25 guru yang mengikuti tes ini pada Jum’at (01/10/2020) lalu, dinyatakan negatif.

Nikmatur Rohmah berpendapat, karena hasil tes swab sudah jelas, maka harus secepatnya diinformasikan ke masyarakat, khususnya keluarga besar SMP N 33 Purworejo, baik itu siswa maupun wali siswa.

“Supaya mereka tenang, dan tak ada kekhawatiran lagi. Setelah ini, Insya Allah mulai Kamis (08/10/2020) kegiatan Konsultasi Terprogram sudah bisa dimulai lagi, setelah beberapa waktu dihentikan,” ungkap Nikmatur Rohmah.

Diceritakan oleh Nikmatur Rohmah, munculnya tes swab bagi guru-guru di sekolahnya, setelah ada salah satu guru yang sakit, dan setelah di tes swab hasilnya positif Covid-19.

Kondisi ini, menjadikan situasi di sekolah, khususnya para guru menjadi tak kondusif. Mereka merasa resah, karena takut tertular. Bahkan, ada beberapa diantaranya sampai jatuh sakit, saking nervesnya.

“Karena kebetulan, guru yang positif itu, selama dia masuk gabung dengan panitia UTS,” terang Nikmatur Rohmah.

Agar ada kepastian, kata Nikmatur Rohmah, pihaknya langsung meminta dinas kesehatan untuk melakukan tes swab pada para guru. Setelah melalui proses Contact Tracing, akhirnya diambil sampel 25 guru untuk dites swab.

Bagi siswa, kata Nikmatur Rohmah, dengan adanya tes swab ini, bisa untuk contoh atau bukti, bahwa Covid-19 itu benar-benar adanya, sehingga siswa bisa menjadi lebih berhati-hati.

Nikmatur Rohmah berharap, dengan hasil swab negatif tersebut, keadaan akan menjadi lebih tenang, bisa kembali ke new normal, tapi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. (Jon)