Awali Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan, SMK Muhammadiyah Purwodadi Adakan IHT dan Bangun RPS TO

    


SMK Muhammadiyah Purwodadi memulai pembangunan Ruang Praktek Siswa (RPS) untuk Teknik Otomotif sesuai standar Mitsubishi, yang nantinya akan menjadi Teaching Factory-nya Teknik Otomotif - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengawali program SMK Pusat Keunggulan (PK) Lanjutan dengan Skema Pemadanan Dukungan, SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo mengadakan IHT (In House Training) Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka, Senin (25/07/2022) yang diikuti para guru kelas X dan XI dan dibuka oleh Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, H. Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd.

Selain IHT, SMK Muhammadiyah Purwodadi juga memulai pembangunan Ruang Praktek Siswa (RPS) untuk Teknik Otomotif (TO) sesuai standar Mitsubishi, yang nantinya akan menjadi Teaching Factory-nya Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah Purwodadi.

Menurut Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Sumarjo, S. Fil. I, M. Pd, IHT yang dilaksanakan selama sepuluh hari ini merupakan tindak lanjut dari PKP (Pelatihan Komite Pembelajaran), yang terdiri dari satu orang pengawas, satu kepala sekolah, satu Waka kurikulum, dua orang guru produktif, satu guru umum dan satu guru BK.

“Dalam IHT ini kita menyampaikan kepada guru lainnya yang tidak mendapat kesempatan mengikuti pelatihan PKP. Tindak lanjutnya, menyamakan persepsi, tentang perbedaan kurikulum merdeka tahun pertama dan tahun kedua,” ujar Sumarjo.

Jelasnya, SMK Muhammadiyah Purwodadi sudah tahun yang kedua menerapkan Kurikulum Merdeka. Pada tahun kedua ini, namanya Kurikulum Merdeka yang tahun 2021 bernama Kurikulum Prototipe. Kalau dulu P5BK berdiri sendiri menjadi mata pelajaran, tapi kalau sekarang P5 saja, Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang inklud ke dalam mata pelajaran. Jadi tidak berdiri sendiri.

Awali program SMK PK Skema Lanjutan, SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo adakan IHT (In House Training) bagi guru kelas X dan XI, Senin (25/07/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Awali program SMK PK Skema Lanjutan, SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo adakan IHT (In House Training) bagi guru kelas X dan XI, Senin (25/07/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Itu sedikit perbedaan kurikulum lama dan baru. Kita mengulas kembali kurikulum yang lama, kita pahamkan kembali perbedaan Kurikulum Prototipe dengan Kurikulum Merdeka” ungkap Sumarjo.

Di semua SMK PK, ada yang namanya Komite Pembelajaran yang tujuannya mengolah kurikulum ini sehingga nantinya bisa diterapkan di sekolah sendiri dan bisa juga diimbaskan ke sekolah lain yang ingin mendapatkan informasi tentang Kurikulum Merdeka Belajar ini.

Adanya Komite Pembelajaran ini tidak akan mengganggu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Menurut Sumarjo, tidak terjadi persoalan, karena MGMP hanya membahas satu mata pelajaran, sementara untuk Komite Pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Sehingga apa yang sudah digodok di Komite Pembelajaran ini nantinya bisa ditindaklanjuti di MGMP.

Dan semua SMK PK tahun 2021, kata Sumarjo, diberikan kesempatan untuk menggandeng industri agar mendapatkan dukungan, bisa berupa program, hibah peralatan atau lainnya. Tidak semua SMK PK berhasil mendapatkan program ini karena harus mengikuti kurasi di BBPPMPV Sawangan dan di Surabaya. SMK yang mendapatkan dukungan industri akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan program SMK SPD.

SMK Muhammadiyah Purwodadi mendapatkan dana dari program tersebut senilai 3 Milyar. Dari dana tersebut, perinciannya Rp 300 juta untuk program peningkatan SDM, yang Rp 2 milyar pembangunan fisik RPS 33 x 11 m, berikut kelengkapannya, dan untuk pengadaan peralatannya Rp 700 juta.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan bimbingan dari industri dan didampingi oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo selama kurang lebih 6 bulan.

“Apabila pembangunan RPS Teknik Otomotif ini sudah terselesaikan, Insya Allah akan menjadi RPS yang bersandar industri, baik dari segi desain bangunannya maupun peralatan penunjangnya,” pungkas Sumarjo. (Jon)