KORANJURI.COM – Island Bazaar yang digelar selama dua hari di KEK Kura Kura Bali dibanjiri pengunjung. Penyelenggara menargetkan 250 orang per hari. Namun, diperkirakan pada pembukaan, Jumat, 27 Februari 2026, jumlah kunjungannya mencapai 500 orang.
Kepala Komunikasi Bali Turtle Island Development (BTID) Zefri Alfaruqy mengatakan, setidaknya ada 45 UMKM yang turut berpartisipasi dalam event itu. Mayoritas UMKM yang mengisi adalah food and beverages.
“Ada stand kuliner, handicraft, penjualan eceran dan ada juga stan untuk penggemar anabul yang ingin membeli kelengkapan hewan peliharaan mereka, tersedia di sini,” kata Zefri.
Island Bazaar sendiri merupakan program KEK Kura Kura Bali yang akan dikemas menjadi kegiatan rutin bulanan. Zefri mengatakan, di pertengahan tahun 2026, pihaknya akan melaunching outlet island bazaar secara permanen.
“Setiap bulan akan ada kegiatan seperti ini, di pekan terakhir hari Jumat dan Sabtu, selama dua hari,” ujarnya.
Dalam event itu pihaknya juga menggandeng tiga UMKM yang berkembang di Desa Serangan, Denpasar. Mereka tidak dibebani biaya sewa stan selama berlangsung bazaar
“Itu cara kami untuk membantu tetangga kami agar tumbuh bersama,” ujar Zefri.
Dia menambahkan, Island Bazaar menjadi bagian untuk memperkenalkan KEK Kura Kura Bali. Selama ini, masyarakat banyak yang belum mengetahui apa yang ada di dalam kawasan ekonomi khusus itu.
“Kita memberikan kesempatan untuk UMKM di Denpasar, kita hanya memberikan biaya sewa stan, kalau banyak yang belanja, itu rejekinya temen-temen UMKM,” ujar Zefri.
Island Bazaar menjadi ruang ekonomi kreatif dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali sebagai ruang publik yang edukatif. Masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus memperdalam kecintaan terhadap identitas lokal Bali. (Way)






