KORANJURI.COM – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, pembangunan di Bali harus berbeda dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Bali harus selaras dengan budaya.
“Di negara lain seperti Malaysia misalnya, sudah lebih maju. Tapi kalau Bali dibangun secara normal mungkin tidak ikonik seperti sekarang,” kata Lasarus di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, Bali telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Sehingga, negara harus hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Bali.
“Bali sudah menyumbang banyak untuk pemerintah pusat. Maka Bali harus dibangun secara komprehensif. Negara harus hadir membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Komisi V DPR R yang membidangi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal, transmigrasi, meteorologi, klimatologi, geofisika dan pencarian pertolongan (SAR), melakukan kunjungan kerja ke Bali dan diterima Gubernur Bali Wayan Koster.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali bukan hanya destinasi pariwisata. Tapi, juga pusat peradaban yang harus dijaga keasliannya.
Ia memaparkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2025 tercatat 79,37 atau peringkat kelima nasional. Pertumbuhan ekonominya sebesar 5,82 persen, atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,11 persen.
Tingkat kemiskinan Bali berada pada angka 3,42 persen, atau terendah di Indonesia. Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka hanya 1,45 persen.
“Sektor pariwisata jadi penyumbang utama perekonomian Bali. Tahun 2024, jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 6,3 juta orang. Kunjungan wisatawan berkontribusi terhadap separuh lebih, pemasukan devisa negara dari sektor pariwisata di Indonesia,” kata Koster.
Namun, pembangunan di Bali juga menghadapi tantangan serius seperti, alih fungsi lahan, sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, keterbatasan air bersih, kemacetan, serta kesenjangan ekonomi wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita.
“Kapasitas infrastruktur transportasi publik juga belum memadai serta persoalan sosial juga menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Melihat kendala yang ada, Koster mengusulkan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis seperti, pembangunan jalan konektivitas antarkabupaten, underpass, jembatan, sistem penyediaan air baku, pusat olahraga provinsi. Termasuk, pengembangan pelabuhan logistik di Celukan Bawang, Padangbai, dan Gunaksa.
“Saya menyambut baik dukungan Komisi V DPR RI dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperkuat demi mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, berwawasan budaya, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Koster. (*/Way)





