254 Layanan Keimigrasian Ganti Nama Jadi Beranda Imigrasi

oleh
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Beranda Imigrasi ditetapkan menjadi jenama atau merek baru untuk menamai seluruh unit layanan Keimigrasian. Nama baru tersebut untuk memudahkan penyebutan dan gampang diingat.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, penyeragaman nama untuk mengurangi kebingungan masyarakat. Selama ini, kata Hendarsam, banyak istilah atau singkatan yang muncul untuk unit layanan di luar kantor Imigrasi.

RINGKASAN
  • Ditjen Imigrasi tetapkan jenama baru Beranda Imigrasi untuk 254 titik layanan yang sebelumnya bernama Mal Pelayanan Publik, ULP, UKK, Immigration Lounge, LTSP hingga Immigration Corner agar tidak membingungkan masyarakat.
  • Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko tegaskan penyeragaman nama pada Rabu 28 Oktober 2028 untuk hilangkan singkatan ULP, UKK dan istilah asing Immigration Lounge tanpa penyesuaian KBBI agar mudah diingat.
  • Nama tunggal Beranda Imigrasi berlaku di peta Google dan aplikasi M-Paspor dengan format pencarian Beranda Imigrasi [nama area], contoh Immigration Lounge Senayan City Mall jadi Beranda Imigrasi Senayan City Mall dengan filosofi titik temu terdepan yang ramah.

Dengan demikian, tidak ada lagi penyebutan nama yang dipersingkat seperti ULP, UKK atau Immigration Lounge yang memungut istilah asing tanpa penyesuaian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Nama tunggal ini agar tidak membingungkan masyarakat, dengan satu nama saja muncul persepsi yang jelas dan langsung dikenali,” kata Hendarsam, Rabu, 28 Oktober 2028.

Saat ini ada 254 titik layanan imigrasi yang terdiri dari 156 Mal Pelayanan Publik, 33 Unit Layanan Paspor, 20 Immigration Lounge, 16 Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP)/Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA)

15 Unit Kerja Kantor Imigrasi, 13 Ultima I’m SeZ dan 1 Immigration Corner.

“Seluruh unit pelayanan keimigrasian itu berganti nama menjadi Beranda Imigrasi,” kata Hendarsam.

Nama tunggal itu juga berlaku terhadap titik lokasi pelayanan Keimigrasian yang ada di peta google dan aplikasi m-paspor.

Masyarakat dapat melakukan pencarian dengan nama baru Beranda Imigrasi dengan format ‘Beranda Imigrasi’ [masukkan area].

Ia memberikan contoh, titik layanan yang semula bernama ‘Immigration Lounge Senayan City Mall’ kini bernama ‘Beranda Imigrasi Senayan City Mall’.

Nama Beranda Imigrasi dipilih karena memiliki filosofi mendalam. Beranda diartikan sebagai titik temu terdepan dari sebuah rumah, sebelum seseorang melangkah ke tempat yang baru.

“Konsep ini mencerminkan kehangatan, keramahan, dan keterbukaan Imigrasi Indonesia dalam melayani dan mendampingi setiap awal perjalanan,” kata Hendarsam.

Dengan hadirnya nama baru itu, layanan Keimigrasian tetap terintegrasi dengan pusat keramaian publik seperti, tempat perbelanjaan (mal) maupun kampus.

“Gagasan utamanya adalah menghadirkan area layanan yang ramah dan bersahabat, sehingga tidak ada kesan kaku birokrasi, tapi tetap menjunjung tinggi ketertiban administratif dan profesionalisme,” kata Hendarsam. (Thalib)