Wisman Lebih Kepincut Cultural Immersion dan Pengalaman Otentik

oleh
Wisatawan asing mengikuti tarian yang dibawakan oleh penari Bali. Cultural Immersion saat ini berada di peringkat pertama survei tren wisata di Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali menjadi barometer pariwisata nasional. Wisatawan yang berkunjung ke Indonesia mayoritas melakukan direct ke Bali. Setelah itu, baru menuju destinasi wisata lain di tanah air.

Bali yang tetap jadi primadona wisman turut menentukan tren pariwisata secara nasional. Selera turis asing saat ini terlihat mulai bergeser pada wisata yang memberikan pengalaman.

Meski secara karakteristik wisata sightseeing dengan mengunjungi langsung destinasi masih menempati posisi tertinggi.

Hasil kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Poltekpar Bali menunjukkan pergeseran tren pariwisata dengan urutan.

1. Cultural Immersion
Lebih banyak dipilih wisatawan asing untuk memberikan pengalaman budaya lokal yang otentik dan unik.

Wisatawan memilih terlibat langsung dalam kebudayaan, bukan hanya melihat seperti lukisan atau karya ukiran kemudian pergi tanpa kesan.

“Yang dibutuhkan adalah kesan misalnya ikut memasak makanan khas tradisional Bali atau ikut menari,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini.

2. Eco Friendly and Sustainable
Praktik Pariwisata yang selaras dengan kelestarian alam

3. Nature and Adventure
Eksplorasi bentang alam secara aktif

4. Culinary & Gastronomy
Penjelajahan cita rasa dan tradisi kuliner lokal

5. Wellness and Spiritual
Perjalanan penyucian diri, yoga, dan meditasi

6. Bleisure and MICE
Perjalanan penggabungan bisnis dan rekreasi secara mulus

Kemudian, survei yang dilakukan Dinas Pariwisata Bali dan Pusat Pariwisata Universitas Udayana tahun 2025, juga menunjukkan perubahan jenis kegiatan wisata tertinggi.

Hasil survei Karakteristik Wisman 2025 itu yakni,
Sightseeing atau melihat obyek wisata berada pada angka 25,5%. Spa & Wellness 17,2%, Shoping 14,7%.

Watersports atau olahraga air seperti Jetski, Selancar 11,8%. Nightlife atau hiburan malam 11,3%, Olahraga, trekking bersepeda dan lari 9,7%. Religius/spiritual 8,9% dan Lainnya 0,9%.

Selain itu, survei juga menunjukkan fasilitas spa and wellness merupakan salah satu daya tarik wisata buatan yang paling diminati wisatawan. Selain itu, aktifitas spa and wellness menjadi jenis kegiatan wisata favorit setelah sightseeing dengan prosentase 17,2%

“Dari top ten countries juga menunjukkan jumlah kunjungan yang meningkat antara tahun 2024 dan kunjungan wisman di tahun 2025,” kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah Yustikarini. (Way)