KORANJURI.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok. Namun, Kementerian Pariwisata melihat Indonesia saat ini memiliki daya tarik yang lebih untuk wisatawan mancanegara.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa mengatakan, tekanan kondisi geopolitik global tidak seharusnya membuat pesimis.
Pihaknya terus menggencarkan promosi untuk menggaet lebih banyak turis mancanegara datang ke Indonesia.
“Bagaimana agar bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Indonesia? Kami menggencarkan sales mission, hingga expo dan kita harapkan itu semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia,” kata Ni Luh Puspa di Bali, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia memaparkan, dalam periode Januari-Maret 2026, kunjungan wisman ke Indonesia meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.
Data dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali juga mencatat, jumlah perlintasan wisatawan asing pada Januari-April 2026 sebanyak 4,5 juta wisatawan.
Sedangkan, Gubernur Bali Wayan Koster dalam pernyataannya saat closing press conference Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menyebut, di tahun 2025 jumlah wisman ke Bali mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, sebanyak 7.050 orang.
Ni Luh Puspa melihat, potensi transaksi BBTF 2026 hingga Rp6,9 triliun, semakin membuat optimis bahwa Indonesia masih menjadi destinasi unggulan kelas dunia.
“Kita lihat nanti mudah-mudahan di Triwulan kedua ini juga akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan,” ujar Luh Puspa.
“Kita tidak pesimis, kita harus optimis dengan teman-teman ASITA, travel agent, pelaku usaha pariwisata, kita terus berkolaborasi agar pasar Indonesia tidak ditinggalkan,” tambahnya. (Way)
