Tren Positif Kunjungan Wisdom ke Bali di Akhir Tahun Indikator Pemulihan Tahun 2022

    


Pelaku perjalanan domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tengah melintas di salah satu spot foto yang ikonik, Selasa, 14 Desember 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pergerakan wisatawan domestik ke Bali yang meningkat di akhir tahun 2021, menumbuhkan keyakinan bagi pemerintah Bali, bahwa tahun depan pemulihan akan semakin membaik.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, tahun 2022 pertumbuhan ekonomi bisa bergerak kearah positif.

“Aspek pertama dilihat dari tingkat vaksinasi masyarakat Bali yang sangat tinggi bahkan lebih dari 100%,” kata Cok Ace dalam dialog Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, 22 Desember 2021.

Keyakinan itu juga didukung oleh pertumbuhan tingkat hunian hotel di Nusa Dua, dengan data terakhir mencapai 57,4%. Sejumlah hotel occupancy rate bahkan tembus 80%. Namun, secara rata-rata tingkat hunian kamar hotel masih dibawah 6% berbanding jumlah kamar yang ada di Bali sebanyak 150.000.

Selain itu, industri pariwisata secara ketat melengkapi akomodasinya dengan sertifikat CHSE. Masyarakat juga telah terbiasa dengan prilaku baru dalam menggunakan masker dan penerapan protokol kesehatan lainnya.

“Kesiapan yang sudah kita lakukan memberikan keyakinan kepada internasional bahwa Bali siap menerima kunjungan wisatawan yang aman dari penularan covid-19,” kata Cok Ace.

Dukungan itu juga diperkuat melalui survei bahwa lebih dari 50% masyarakat eropa ingin berkunjung ke Bali. Secara tidak langsung Bali masih menjadi destinasi faforit.

Hanya saja, menurut Cok Ace, masih ada kendala terkait ketatnya regulasi bagi wisman masuk ke Bali. Hal itu diantaranya dipicu oleh kondisi pandemi covid-19 di negara asal wisatawan asing.

“Saya sangat berharap, perlu kerjasama semua pihak untuk membangkitkan perekonomian Bali,” kata Cok Ace. (Way)