SOP yang Berlaku Saat Pariwisata Bali Kembali Dibuka untuk Wisman

    


Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pariwisata Bali akan dibuka akhir Juli 2021. Pemerintah menyiapkan travel corridor arrangement kepada wisatawan asing yang masuk ke Indonesia, khususnya melalui pintu masuk Bali.

“Kesiapan Bali untuk membuka diri sudah terlihat dengan persentase 85-90%,” kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam Rakor persiapan pembukaan pariwisata Bali di Politeknik Pariwisata Bali, Badung, Jumat (11/6/2021).

Menurut Sandiaga, wisman yang memasuki pintu kedatangan bandara Ngurah Rai, wajib mengikuti SOP yang berlaku yakni, melakukan tes usap PCR dan pengaturan cek point. Jika ada karyawan tanpa masker maka pemberian sanksi dikenakan kepada institusi yang melanggar, bukan kepada personal.

Dalam travel corridor arrangement ini, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menjadi garda terdepan mulai dari pengisian kelengkapan register tentang perlindungan diri. Sehingga, semua dokumen langsung bisa diketahui.

Setelah di KKP menerima kelengkapan administrasi, penumpang melakukan cek suhu dengan ketentuan di bawah 37,3°. Tahap berikutnya, penumpang pesawat menuju pemeriksaan Imigrasi. Kemudian, penumpang pesawat menuju counter bea cukai untuk mengambil barang dan keluar dari areal pemeriksaan dengan dijemput taksi yang sudah CHSE.

“Grand desain pengelolaan zona prioritas dan rute aman di Bali jadi pertimbangan kegiatan di Bali, ini untuk membuat rekomendasi teknis yang dimulai dari kegiatan work from Bali,” kata Sandiaga.

Bagi wisatawan yang sudah memiliki sertifikat vaksinasi, mereka diperbolehkan beraktifitas di hotel. Termasuk di kolam renang maupun makan di restoran.

Sedangkan bagi wisatawan yang belum mendapatkan vaksinasi wajib karantina selama lima hari di kamar hotel yang sudah ditunjuk. Wisatawan yang hasil swabnya positif akan dibawa ke rumah sakit rujukan.

“Wisatawan dengan hasil swab negatif akan diijinkan untuk keluar melakukan perjalanan dan berlibur di Bali,” jelasnya.

Kesiapan lain yang akan dilakukan yakni, meninjau tiga zona hijau di wilayah Sanur, Ubud dan Nusadua (SUN). Nusadua menjadi lebih prioritas karena merupakan pintu masuk kedatangan wisatawan. (Way)