SMK PN-PN2 Purworejo Tuding Penyelenggara Bonanza High School Fest Diskriminatif

    


Pembina Yayasan Pembaharuan, Arie Edi Prasetyo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bonanza High School Fest, yang merupakan ajang lomba futsal untuk kalangan SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan oleh Bonanza Surakarta Event Organizer, yang rencananya akan diselenggarakan pada 3-5 Februari 2023 di GOR Sarwo Edhie Wibowo, ternyata diwarnai oleh sikap diskriminatif dari penyelenggara.

Ajang yang seharusnya menjadi wahana olah raga yang sehat dan peningkatan kadar kualitas para penggemar olah raga futsal ditingkat SLTA tersebut, menimbulkan atmosfir konkurensi yang kurang sehat dengan beredarnya kabar, diwajibkannya peserta dari SMK PN-PN2 Purworejo yang harus mendapat ijin dari kepolisian.

Ketika media ini mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Pembina Yayasan Pembaharuan sebagai pengelola SMK PN-PN2 Purworejo, Arie Edi Prasetyo, dia membenarkan hal tersebut.

“Betul mas, saya baru saja menanyakan pada pak Aryo Putro, Waka Kesiswaan, menyatakan benar adanya bahwa pihak panitia minta surat ijin dari kepolisian untuk keikutsertaan kami pada perhelatan futsal tersebut,” ujar Arie, Jum’at (20/01/2023).

Menurutnya, ketika dari Waka Kesiswaan menindaklanjuti permintaan tersebut dengan meminta surat ijin ke kepolisian, dari Polsek Purworejo justru tidak tahu menahu hal tersebut.
Arie menyebut, ada diskriminasi dari pihak penyelenggara dalam hal ini.

“Kalau semua peserta wajib menyertakan surat ijin dari kepolisian dan itu ada dalam persyaratan, kita tidak keberatan. Tapi ini hanya khusus dari SMK PN-PN2 Purworejo. Ada apa ini?” kata Arie.

Arie menjelaskan, dalam flyer yang beredar tentang perlombaan tersebut, disebutkan syarat pendaftaran untuk peserta, yakni, kartu pelajar, foto 3×4 2 lembar, pemain maksimal 14 dengan 2 official, surat ijin dari sekolah, serta mengisi formulir pendaftaran dan bio data pemain. Pendaftaran sendiri dibuka dari tanggal 2-29 Januari 2023.

Atas kejadian ini, Arie merasa kecewa dengan pihak penyelenggara. Menurutnya, kalau lomba ketangkasan dan kreatifitas anak-anak remaja usia SMK-SMK sudah diwarnai diskriminasi dan ketidakfairnya penyelenggara, akan menjadikan acara seperti ini menjadi blunder.

Bahkan, kata Arie, lebih jauh anak-anak SMK PN-PN2 Purworejo yang merasa didiskriminasi mungkin saja merasa tidak enak. Bila luapan emosinya tak terbendung di lomba futsal ini, bisa saja terpicu berbuat yang non produktif dari pendekatan pembinaan generasi muda di Kabupaten Purworejo.

“Kita sudah perintahkan Kepala Sekolah melalui Waka Kesiswaan untuk mengusut hal ini, biar suasana olah raga, khususnya futsal di Kabupaten Purworejo menjadi lebih fair,” jelas Arie.

Ketika dikonfirmasi, Vian, salah satu panitia membenarkan hal tersebut. Menurutnya, karena untuk SMK PN-PN2 di banned oleh pihak asosiasi futsal Kabupaten Purworejo.

Namun dia tidak tahu, untuk tahun ini apakah masih berlaku atau tidak. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS