Menariknya lagi, seperti dikatakan I Made Sutapa, pembuat tato temporer yang lain, peminat seni tato temporer ini justru kaum perempuan. Mengapa? Namanya saja tato temporer, berarti hanya bersifat sementara. Artinya, tato temporer adalah pilihan bagus untuk menciptakan efek tato tanpa komitmen seumur hidup. Pilihan ini biasanya untuk mendukung acara yang juga bersifat sementara seperti pesta atau kegiatan di pantai.
“Mungkin mereka suka tato tapi tidak berani dengan tato permanen. Begitu melihat hasil tato temporer tidak kalah dengan tato permanen, biasanya mereka langsung mau begitu ditawarin,” kata Made Sutapa.
Yang penting adalah detail dan hasil akhirnya bagus terlihat. Sehingga, selain dibutuhkan kemampuan seni, si pentato temporer juga harus mahir menggunakan kuas. Karena kuas juga menjadi senjata utama agar lukisannya terlihat menawan. Sutapa menjelaskan, saat tinta yang berwujud pasta ditorehkan yang dilakukan kemudian adalah meratakan dan merapikan tinta agar tidak belepotan.
Para pentato temporer itu memang sudah ahlinya. Terlihat, hanya dalam waktu 5-10 menit lukisan sudah menempel di tubuh dan penikmatnya sudah bisa bergaya dengan rajah di tubuhnya.
Sutapa menjelaskan, perbedaan materi tato temporer dulu dan sekarang, terletak pada kemudahan mendapatkan materi gambar. Kalau dulu, tukang tato tersebut masih menggunakan cara manual dengan menggambar sebuah pola atau bentuk diatas kertas, kemudian menggandakannya dengan cara foto copy.
Tapi sekarang teknologi sudah berkembang. Sutapa tinggal browsing melalui internet untuk mencari gambar yang dibutuhkan kemudian diprint dan diperbanyak.
“Kalau ada gambar baru, kita boleh minta ke teman-teman. Selera orang yang suka tato temporer ini juga berkembang, jadi kalau ada gambar baru biasanya mereka suka,” jelas pria berambut gondrong ini.
Tato temporer atau permanen bisa saja dilakukan di tempat lain di luar Bali. Namun, Bali yang sudah terlanjur menjadi ikon wisata seolah menarik minat orang untuk melakukan segala sesuatunya menjadi berbeda. Termasuk dengan tato. Gambar-gambar sederhana yang dilukis di tubuh itu bisa saja menjadi oleh-oleh khas setelah berlibur di pulau dewata.
way





