Dasar ketujuh, jika dilihat dari hari pendaftaran, yakni antara tanggal 21 sampai dengan tanggal 23 September 2016. Ahok-Djarot yang mendaftar tanggal 21 September 2016, pas Rabu Wage, merupakan awalan yang sangat baik. Nilianya 50+50+100= 200.
Anies-Sandiaga mendaftar pada 23 September 2016, harinya Jum’at Legi, merupakan awalan kurang baik . Nilainya 30+90+0= 200. Agus-Sylviana mendaftar 23 September 2016, harinya Jum’at Legi, merupakan awalan yang kurang baik. Nilainya 80+90+0=170.
“Dasar selanjutnya, nilai arah kekuasaan pusat Jakarta ke tempat asal masing-masing calon,” terang Ki Samar.
Ahok dari Belitung Timur, arahnya 7, nilainya 40 (kerja keras). Djarot dari Gorontalo, arahnya 6 nilainya 50 (awal transisi). Jumlah keduanya 90. Anies dari Kuningan, Jabar, arahnya 5 , nilainya 60 (rejeki besar). Sandiaga dari Pakanbaru, arahnya 2 niliainya 90 (partai besar). Jumlah nilai keduanya 150.
Agus dari Bandung, arah 5 nilainya 60 (rejeki besar). Sylviana dari Jakarta, arah pusat, nilainya 65 (netral). Jumlah nilai Agus-Sylviana 125.
Dasar kesembilan, nilai arah hoki dan arah keberuntungan. Ahok, KUA 9 dan Djarot KUA 9. Keduanya saling menutupi kelemahan masing-masing. Tetapi kekuatan jadi setengahnya. Nilai keduanya 65.
Anies, KUA 4 dan Sandiaga, KUA 4. Keduanya sama satu arah dan kuat. Tapi kelemahannya, jadi mudah dibidik lawan-lawannya. Nilainya 100-100= 0. Agus, KUA 4 dan Sylviana KUA 6. Keduanya punya arah berdampingan seiring, kekuatan cukup dan kelemahan agak terbuka. Nilainya 70-50=20.
“Dasar kesepuluh, nilai dari hari pencoblosan dan perkiraan musim. Ahok-Djarot (50+30)+50= 130. Anies-Sandiaga (50+70)+20=140. Agus-Sylviana (60+70)+10=140,” terang Ki Samar, yang prediksinya selalu mendekati kebenaran ini.
Dasar penghitungan kesebelas, dilihat dari nilai kecocokan antara shio semua calon dan tahun 2017. Ahok-Djarot (60+50)+10+80=200. Anies-Sandiaga (40+40)=80. Agus-Sylviana (60+50)-10+90= 190.
Dua Putaran, Ahok-Djarot dan Agus-Sylviana Bersaing





