KORANJURI.COM – Ribuan pasang mata memadati kawasan Alun-alun Purworejo pada Minggu malam (15/02/2026). Di bawah langit malam yang khidmat, organisasi Polosoro (Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa) Kabupaten Purworejo menggelar acara Doa Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 peserta ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan sebuah ikhtiar spiritual besar yang mempertemukan unsur pemerintahan desa dengan masyarakat luas.
Mengusung tema “Menguatkan Spirit Keimanan dalam Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Amanah, Berintegritas, dan Berkeadilan”, acara ini menjadi ruang refleksi bagi para pemangku kebijakan di tingkat desa.
Ketua Panitia, Pauzi, S.Sos., menegaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk memperkuat sisi batiniah para aparatur desa.
“Doa bersama ini menjadi ikhtiar agar para kepala desa dan perangkat desa senantiasa diberi kekuatan, kejujuran, dan keberkahan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Polosoro Purworejo, Suwarto, S.Sos., menambahkan bahwa kekuatan sebuah pemerintahan tidak hanya bergantung pada regulasi.
“Pemerintahan desa yang kuat tidak hanya ditopang oleh anggaran, tetapi juga oleh integritas dan kekuatan spiritual para pelakunya,” tegas Suwarto.
Penyelenggaraan acara ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan tiga momentum besar, yakni peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195, Peringatan Hari Desa dan persiapan spiritual menyongsong bulan suci Ramadhan.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., yang hadir langsung di lokasi mengapresiasi langkah Polosoro. Beliau menekankan bahwa kegiatan Ruwatan dan wayang kulit ini adalah bentuk pelestarian budaya bangsa sekaligus sarana memohon keselamatan daerah.
“Peringatan Hari Jadi bukan sekadar pergantian angka, melainkan momentum penting untuk refleksi dan perbaikan diri. Melalui ruwatan ini, kita berharap Purworejo dijauhkan dari hambatan dan terus melangkah maju menuju kemajuan,” tutur Bupati Yuli.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar (ukhuwah). Terlihat hadir dalam barisan tamu undangan, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., Wakil Ketua DPRD, Rochman, S.Sos., Sekretaris Daerah, Suranto, S.T., S.Sos., M.P.A., jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta tokoh agama dan masyarakat.
Melalui kegiatan yang berlangsung hingga dini hari ini, Polosoro berharap nilai-nilai kebersamaan dapat terus terjaga. Dengan semangat “Guyub Rukun”, diharapkan Kabupaten Purworejo dapat mewujudkan semboyan kebanggaannya: “Ayem Tentrem Barokah”. (Jon)
