KORANJURI.COM – Kongco Dwipayana atau Kongco Tanah Kilap, berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai dan merupakan tempat persembahyangan umat Tri Dharma.
Griya Kongco Dwipayana menunjukkan persahabatan erat antara penganut Hindu (Siwa), Budha, dan Tao.
Lokasinya berada di tengah hutan mangrove Tahura Ngurah Rai dan dibangun selama sepuluh tahun, 1987-1997. Pencetus ide pembangunan rumah peribadatan itu adalah Ida Bagus Adnyana, sosok pria asal Klungkung, Bali.
Ada kisah unik yang melatarbelakangi sejarah pembangunan rumah peribadatan umat Tri Dharma itu. Ida Bagus Adnyana mengatakan, lokasi Kongco sekarang dulunya hutan mangrove yang sangat lebat dan sepi.
“Saya punya keinginan untuk membangun rumah peribadatan di sini, dan usaha itu butuh waktu panjang dan tidak mudah,” kata Ida Bagus Adnyana.
Menurut Adnyana, areal mangrove itu dulu menjadi kewenangan Dinas Kehutanan. Dirinya menyampaikan niatnya dengan berkirim surat untuk menggunakan lahan di situ untuk dibangun rumah ibadah.
“Saya tak pernah menyangka kalau jalan saya begitu mulus. Karena hanya beberapa hari saja surat yang saya kirimkan dibalas dan diizinkan untuk membangun tempat suci,” jelasnya.
Setelah mengantongi izin menggunakan lahan itu, kemudian ia mencari donatur untuk mendirikan bangunan. Hanya dalam waktu relatif singkat uang untuk membangun kongco atau tempat suci sudah terkumpul.
Seperti layaknya tempat peribadatan umat Tri Dharma, di Kongco itu juga terdapat patung dewa dewi.
Seperti patung Dewi Chi Sian Nii, yang ditempatkan di gedong Kongco. Perwujudan Tujuh Dewi Chi Sian Nii juga ditempatkan di atas kolam dengan bentuk siao pwe atau setengah lingkaran tidak beraturan.
“Di sini juga tersimpan keris bertuliskan huruf Cina yang terbaca sebagai Sam Poo Tay Jin atau Sam Poo Kong,” kata Ida Bagus Adnyana. (Way)
